DPRD Kota Salatiga Pelajari Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata ke Kota Medan

66376

Medan | rakyatmedan – Kedatangan rombongan DPRD Kota Salatiga ke Pemko Medan dalam rangka kunjungan kerja (kunker) disambut hangat dan penuh keakraban Pelaksana tugas (Plt) Walikota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakat dan SDM Pulungan Harahap di Balai Kota Medan, Rabu (11/12/2019).

Selain bersilaturahmi, kedatangan rombongan yang berjumlah 20 orang tersebut bertujun untuk mencari dan menggali informasi terkait tata kelola pemerintahan Kota Medan dalam berbagai hal termasuk bidang pariwisata.

Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit selaku ketua rombongan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemko Medan atas sambutan baik yang diberikan.

Dirinya menuturkan, kedatangan tujuan kunker tersebut ingin mencari serta belajar banyak hal dari Kota Medan terkait tata kelola pemerintahan sehingga nantinya dapat diimplementasikan di kota yang berkedudukan di provinsi Jawa Tengah tersebut.

Selanjutnya, Dance mengungkapkan bahwa Kota Salatiga merupakan kota kecil yang hampir memiliki kesamaan dengan Kota Medan karena memiliki banyak bangunan-bangunan bersejarah. Selain itu juga, Kota Salatiga dihuni sebanyak 39 suku yang menjadikannya salah satu kota paling toleran di Indonesia.

Sebelumnya, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Pulungan Harapan dalam sambutan tertulis Plt Walikota yang dibacakan terlebih dahulu menyampaikan secara singkat tentang Kota Medan yang terdiri dari 21 kecamatan, 151 kelurahan, 2001 lingkungan dengan luas wilayah mencapai 265,1 km persegi.

Sedangkan jumlah penduduk sebanyak 2,4 jiwa dengan arus komuter lebih dari 500 ribu. Meski heterogen, lanjut Pulungan masyarakat tetap hidup dalam bingkai kerukukan.

“Selain keberagaman, Kota Medan merupakan salah satu pusat perekonomian regional terpenting di Pulau Sumatera dan menjadikan kota terbesar ke tiga di Indonesia sehingga membuat Kota Medan memiliki kedudukan, fungsi dan peranan strategis sebagai pintu gerbang utama bagi kegiatan jasa perdagangan dan keuangan baik secara regional maupun internasional di kawasan barat Indonesia. Itu sebabnya, percepatan pembangunan difokuskan sebagai kota jasa, industri, perdagangan serta pendidikan,” jelas Pulungan.

Selanjutnya, pertemuan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Ada beberapa hal yang ditanyakan DPRD Medan di antaranya terkait pengelolaan rumah sakit daerah, sektor pariwisata yang berdampak pada meningkatnya pendapatan asli daerah (PAD) serta menjaga dan merawat kerukunan umat beragama di Kota Medan.

Usai berdiskusi, pertemuan diakhiri dengan saling bertukar cinderamata. (rm-05)