USU Sosialisasikan Perubahan Proses SNMPTN, UTBK dan SBMPTN 2020

128653

Medan Irakyatmedan- Universitas Sumatera Utara (USU) sosialisasikan perubahan proses Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) serta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN)  2020.

“Sosialisasi itu kita disampaikan
di hadapan perwakilan 1.000 pelajar dari 80 SMA/SMK sederajat di Kota Medan,” kata Kepala Kantor Humas, Promosi dan Protokoler USU, Elvi Sumanti ST M Hum, Minggu (15/12/2019).

Disebutkan Elvi, pada SNMPTN, UTBK dan SBMPTN pada tahun depan mengalani beberapa perubahan aturan dan persyaratan.

Karena itu pada sosialisasi tersebut Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan sekaligus Ketua Panitia, Prof Dr Ir Rosmayati MS menyampaikan perubahan tersebut yang juga dihadiri Kepala Biro Akademik USU Yasin Ginting SE, Kacabdis Pendidikan Medan Selatan Drs R Zuhri Bintang ST MMIT, para kepala sekolah, guru BP dan operator sekolah.

Tampil juga sebagai nara sumber pada sosialisasi itu Staf Ahli Rektor USU Dr Rulianda Purnomo Wibowo SP MEC, Kepala Pusat Sistem Informasi USU M Anggia Muchtar ST MMIT, Sabtu (14/12/2019) di Auditorium USU, Padang Bulan Medan.

Prof Dr Ir Rosmayati MS mengatakan, pada penerimaan mahasiswa baru 2020 di PTN ada tiga jalur yakni SNMPTN, SBMPTN dan Mandiri.

Disebutkannya sosialisasi SNMPTN dan UTBK- SBMPTN itu dilakuka karena ada perubahan yang dilakukan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

“Terjadi perubahan yang harus diketahui sekolah dan siswa. Karena itu syarat untuk masuk PTN. Kalau salah, tentu bisa tidak terdaftar di dua jalur masuk PTN, itu adalah bagian terpenting, ” jelasnya.

Prof Rosmayati menyebutkan perubahan tersebut salah satunya perankingan siswa dilakukan sekolah sendiri tapi penentu perangkingan dipandu LTMPT

Selain itu, UTBK hanya bisa dilakukan satu kali untuk satu siswa. Hal ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang diperbolehkan dua kali ikut ujian.

Menurutnya SNMPTN sesuai dengan nilai yang baik dari 5 pelajaran, karenanya siswa harus berusaha sekerasnya untuk belajar menguasai mata pelajaran.

“Kita minta Kepala sekolah berhati-hati waktu menjelaskan ke siswa terutama mengisi data-datanya secara online untuk mendaftarkan di SNMPTN dan SBMPTN. Sekolah juga harus ada akunnya,” kata Prof Rosmayati.

Dia juga menyebutkan data tampung USU sebanyak 7.000 mahasiswa baru
untuk S1 sedangkan D3 1.500 orang.

Untuk SNMPTN dan SBMPTN paling banyak hanya menerima 70% dari Rp7.000 dan 30% melalui jalur Mandiri

Diakuinya pada jalur Mandiri dikelolah sendiri oleh USU dengan biaya SPP berbeda

Untuk itu Rosmayati mengimbau bagi para pelanar SMA sederajat harus hati-hati, karena persaingan bebas.

Menururnya ketentuan kelulusan berdasarkan nilai ujian berbasis komputer. Nilai terendah pada tahun lalu 500 dan untuk Kedokteran paling rendah 700.

“Kita juga mengimbau agar para pelajar hati- hati dalam memilih jurusan. Disesuaikan dengan nilai ujian. Mana yang tertinggi itulah yang dipilih jurusannya,” saran Prof Rosmayati.

Staf Ahli Rektor USU Bidang Akademik Dr Rulianda Purnomo Wibowo SP MEC dalam pemaparannya mengatakan, sangat vital jika salah mengisi data Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

“Jadi, harus hati-hati dalam mengisi PDSS. Akun PDSS dan akun LTMPT berbeda. Jadi, nanti di sekolah dilihat dan perhatikan lagi, ” jelasnya.

Dia menyebutkan untuk bisa mengikuti SNMPTN, syaratnya harus punya nomor pokok sekolah nasional.

“Tahun lalu masih ada sekolah yang menanyakan, bagaimana bisa mendapatkan nomor pokok sekolah nasional kepada kami,” katanya.

Disamping itu, lanjutnya, akreditasi sekolah juga penting. Bagi sekolah yang telah akreditasi A berhak 40 persen mendaftarkan siswanya ikut SNMPTN, akreditasi B sebanyak 25 persen, akreditasi C dan lainnya hanya 5 persen.

“Mengisi PDSS harus benar. Soalnya ada beberapa prodi yg butuh persyaratan khusus. Misalnya kedokteran, tidak boleh buta warna,” ungkapnya. ( rm-04)