Peletakan Batu Pertama Asrama Tahfidzul Qur’an MAN 2 Lubuk Pakam Diiringi Takbir

64763

Deliserdang Irakyatmedan – Kepala sekolah (kepsek) MAN 2 Lubuk Pakam Deliserdang, Burhanuddin Harahap meletakkan batu pertama pembangunan Asrama Tahfidzul Qur’an di madrasah tersebut Jalan Karya Agung Komplek Tanjung Garbus Satu, Kecamatan Lubuk Pakam, Deli Serdang Sabtu (21/12/2019).

Pada peletakan batu pertama itu Burhanuddin didampingi Komite dan juga seluruh orang tua, guru serta perwakilan siswa diawali dengan doa dan diiringi dengan takbir.

Pembangunan asrama ini dilakukan karena fasilitas asrama bagi peserta Tahfidzul Qur’an yang ada selama ini sudah tidak memadai. Mereka kerap menggunakan laboratorium IPA dan ruang kelas dengan cara disekat. Apalagi jumlah peserta Tahfidzul Qur’an terus bertambah.

Kepsek MAN 2 Lubukpakam Deliserdang, Burhanuddin Harahap mengatakan pembangunan asrama ini sangat penting, mengingat angkatan Tahfidzul Qur’an sudah pada angakatan ke-8.

Disebutkannya bangunan ini nantinya seluas 28 meter x 10 meter diperuntukan sebagai asrama di lantai 2 sehingga siswa siswi bisa lebih nyaman melaksanakan Tahfidzul Qur’an,

Wakil Ketua Komite Sekolah,
Ediyanto mengatakan pihaknya sangat mendukung sebab dengan dibangunnya asrama tersebut akan meningkatkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an.

“Setiap yang namanya kegiatan membaca Al-Qur’an wajib kita dukung, karena di alam barzah nanti hanya dua yang menyelamatkan kita yaitu syafaat nabi dan Al-Qur’an,” katanya.

Menurutnya belakangan ini dia lihat umat Islam jauh dari membaca Al-Qur’an, baik di rumah bahkan di masjid pun hanya 1 atau 2 orang yang gemar membaca Alquran.

“Jadi dengan adanya Tahfidzul Qur’an disini kami sangat bersyukur,” akunya.

Edi mengharapkan anak-anaknya bisa menjadi seorang penghafal Al-Qur’an karena nantinya itu akan menjadi mahkota yang dipakaikan kepada orang tua di Yaumil kiamat nanti.

Dikatakannya, antusias siswa menjadi peserta Tahfidzul Qur’an sangat tinggi, ini terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 70 orang di setiap angkatan.

“Harapan kita semoga Al-Qur’an ini bisa membumi diseluruh masyarakat muslim, hususnya di Deliserdang ini bisa menjadi insan yang religius dimasa-masa yang akan datang,” ungkapnya.

Wakil Kepala Bidang kurikulum dan penanggungjawab program intensif Tahfidzul Qur’an, Wahiddin purba mengatakan untuk mewujudkan kabupaten Deliserdang yang religius.

Menurutnya madrasah ditegaskannya akan menjadi garis terdepan untuk membentuk, mencetak insan dan generasi religius.

“Kalau dihitung dari angkatan pertama hingga kedelapan ini sudah 567 alumni yang kita targetkan 2 juz selama 10 hari bahkan para peserta sampai menghafal 3 juz,” paparnya.

Selama ini yang sangat miris pada program ini adalah penginapan. Karena itu pihaknya mulai gerakan untuk membangun asrama Tahfidzul Qur’an.
.
“Kami berharap pada khususnya kaum muslimin dan donatur dimudahkan rezekinya. Ke depannya bukan hanya siswa yang akan kita garap, tetapi juga orangtua akan kita ajak untuk menghafal Al-Qur’an,” tegasnya lagi.

Pembangunan Asrama Tahfidzul Qur’an ini jelas membuat semua bangga dan sanagat senang,, tidak terkecuali para peserta Tahfidzul Qur’an seperti yang diakui Riri Amalia Kelas 12 jurusan MIA.

“Saya sebagai siswa sangat setuju dengan pembangunan asrama itu, karena saya sudah merasakan sendiri program Tahfidzul Qur’an intensif 10 hari itu. Dengan adanya bangunan asrama itu nantinya kami bisa lebih nyaman sehingga tidak mengganggu kelas lain,” paparnya

Diakunya ia sudah hafal Al-Qur’an sebanyak 1 juz lebih. Dengan membaca Alqur’an di Tahfiz itu diakuinya bisa lebih fokus dan jauh dari godaan-godaan yang membatalkan untuk membaca Al-Qur’an.

Sebelum peletakan batu, dilakukan Penutupan intensif Tahfidzul Qur’an dengan peserta 82 orang selama 10 hari dan dilanjutkan dengan melaunching tentang 2019-2020 evaluasi kejujuran dengan ujian tanpa pengawas.

Program ini dilakukan untuk menguji kejujuran mulai dari guru, murid, orang tua dan kepala sekolah juga semua komponen yang ada di man tersebut.

“MAN 2 Pakam akan berusaha melakukan satu kegiatan tentang kejujuran dengan ujian tanpa pengawas. Indikatornya saat ujian siswa tidak membawa handphone, tidak boleh membawa buku dan catatan, tidak boleh membawa kopean kecil, dan tidak boleh bertanya kepada temannya,” tandasnya. (rm-04