BMKG Prediksi Kemarau 2020 Tidak Sekering Sebelumnya

1054010

Jakarta | rakyatmedan – Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebutkan berdasarkan prediksi model El Nino BMKG hingga tahun 2020, kencenderungan Samudera Pasifik ekuator bagian tengah akan berada pada kondisi netral.

Ini artinya kecil peluangnya akan muncul fenomena El Nino maupun La Nina di Samudera Pasifik. Sementara untuk Samudera Hindia, tidak terdapat indikasi akan munculnya fenomena IOD+ maupun IOD- yang kuat pada tahun 2020.

“Pada awal tahun 2020 kondisi suhu muka laut Perairan Indonesia diprakirakan normal hingga cenderung hangat yang bertahan hingga Juni 2020,” ujar Dwikorita Karnawati, di Jakarta, Senin (30/12/2019).

Dia menyebutkan berdasarkan prediksi BMKG hingga akhir tahun 2020, curah hujan bulanan sepanjang tahun 2020 cenderung sama dengan pola normal (klimatologinya). Awal Musim Hujan akhir 2019 telah diperkirakan akan lebih mundur dari normalnya, juga bila dibandingkan tahun 2018 lalu.

Curah hujan Januari – Maret 2020 diperkirakan tinggi terutama di bagian selatan Pulau Sumatera, Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara, Kalimantan bagian tengah, Sulawesi dan Papua.

Dia mengatakan awal Musim Kemarau 2020 diprakirakan juga mirip dengan normalnya, yaitu sekitar April – Mei 2020. Tetap perlu diwaspadai wilayah yang mempunyai 2 kali periode musim kemarau seperti di Aceh dan Riau.

Kemarau pertama umumnya terjadi pada Februari – Maret. Untuk periode musim kemarau 2020 (April – Oktober), curah hujan saat kemarau akan mirip dengan pola normalnya.

“Kondisi Musim Kemarau 2020 tidak akan sekering tahun 2019 di sebagian besar wilayah Indonesia (Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara),” tambahnya.