Menag Apresiasi UIN-SU jadi Garda Terdepan Moderasi Beragama

291307
Menag RI, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi saat menerima cinderamata buku-buku karya dari Rektor UINSU Prof Dr Saidurrahman MAg saat acara silaturahmi di Gelanggang Mahasiswa kampus I Jalan Sutomo Medan
Menag RI, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi saat menerima cinderamata buku-buku karya dari Rektor UINSU Prof Dr Saidurrahman MAg saat acara silaturahmi di Gelanggang Mahasiswa kampus I Jalan Sutomo Medan

Medan | rakyatmedan -Menteri Agama (Menag) RI, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi berharap kepada segenap civitas akademika Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU) dan para almamaternya untuk memberikan kontribusi terbaiknya dalam upaya pembangunan bangsa yang berlandaskan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

Harapan itu disampaikan Menag saat menghadiri silaturahmi bersama ASN UINSU dan Ormas Islam Sumatera Utara di Gelanggang Mahasiswa kampus I Jalan Sutomo Medan, Sabtu (4/1/2020).

Kehadiran Menag RI itu selain melakukan silaturahmi sekaligus tatap muka dengan para tokoh agama juga untuk memberikan pembinaan kepada para ASN UIN-SU dalam memasuki tahun 2020.

Menang dalam sambutannya mengapresiasi program yang mengangkat tema UINSU sebagai kampus terdepan dalam ekonomi Islam, deradikalisasi dan moderasi beragama” dan berharap prestasi ini terus dilanjutkan dalam agenda besar membangun peradaban.

Menurut Menang, moderasi beragama adalah solusi yang melekat dengan konsep kerukunan. Sebab moderasi beragama itu yang dimoderatkan bukan agamanya.

“Agama itu sudah luar biasa moderatnya tapi yang dimoderatkan yaitu cara kita beragama terutama menghadapi umat beragama lainnya,” ungkap Menang.

Dia juga menegaskan, ajaran semua agama membawa pesan kebaikan dan perdamaian, termasuk ajaran Islam yang mengutamakan perdamaian dengan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan beragama. Karenanya, menggali lebih jauh ajaran Islam dipastikan tidak bertentangan dengan Pancasila sebagai landasan bangsa Indonesia dalam bernegara, dan Pluralisme adalah bagian dari sunnatullah.

Menag juga berpesan agar memperkuat ekosistem pembangunan bidang agama antarsektor dan antar pemangku kepentingan, baik sesama institusi pemerintah, tokoh agama, organisasi keagamaan dan segenap elemen masyarakat.

“Rangkul semua golongan dan potensi umat dalam semangat kebersamaan, kerukunan, persatuan dan moderasi beragama sejalan dengan falsafah Pancasila yang mempersatukan anak bangsa walau berbeda ras, etnik, keyakinan agama dan golongan,” katanya.

Untuk itu Menag mengajak semua untuk mengimplementasikan visi dan misi pemerintah ke dalam program kerja Kementerian Agama di semua unit kerja pusat, daerah dan Perguruan Tinggi Keagamaan.

Hadir pada silatutahmi itu Kapoldasu Irjen Pol Drs Martuani MSi, Panglima Kodam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI M Sabrar Fadhilah dan para tokoh MUI Sumut dan Medan, mewakili FKUB Sumut, para Ketua Ormas Islam (NU Sumut, Mathla’ul Anwar Sumut, Muhammadiyah Sumut, dan Alwashliyah Sumut).

Rektor UIN-SU Prof Dr Saidurrahman MAg, menjelaskan, UIN-SU terus berbenah mengubah pradigma IAIN yang dulu dianggap pesantren kampung untuk berubah menjadi kampus kelas internasional.

“UIN-SU adalah kampus juara, kampus integritas dan tidak ada ruang berkompromi kebathilan dalam pengelolaan kampus peradaban ini,” katanya.

Rektor menyampaikan tekad untuk siap membawa UIN-SU menjadi garda terdepan membawa gerakan deradikalisasi dan Islam washatiyah atau Islam yang moderat.

Ia menegaskan, UIN-SU siap mendukung gagasan Menag soal menjadikan PTKIN sebagai garda terdepan dalam moderasi beragama di Indonesia.

“Kami bertekad menjadi UIN-SU sebagai kampus terdepan dalam menyemai Islam washatiyah, moderasi beragama dan anti-radikalisasi. Lalu mendukung pemerintah untuk melahirkan anak bangsa dengan karakter kuat, nasionalis-religius, taat agama dan mencintai Tanah Airnya sepenuh jiwa,” paparnya.

Rektor juga menyampaikan tentang perkembangan UIN-SU sejak didirikan hingga perkembangan di masa kepemimpinannya. Di antaranya menyoal peningkatan kualitas kelembagaan yang ditandai dengan akreditasi dan terus diupayakan meraih akreditasi unggul.

Kemudian tentang berbagai kemajuan seperti pembangunan fasilitas dan sarana prasarana kampus, gedung-gedung baru, pembangunan kampus IV di Medan Tuntungan, perolehan lahan 100 hektare hingga upaya program mahad atau pesantren bagi ribuan mahasiswa baru.

Begitu pula implementasi tiga harga mati yaitu akreditasi, digitalisasi sistem pembelajaran hingga internasionalisasi menuju UINSU world class university.

“Semua itu terwujud karena adanya kepercayaan penuh dari seluruh stakeholder. Inilah kampus orang-orang sholeh, orang-orang besar, kampus anak negeri, pelopor dan pembela bangsa, pengawal NKRI dan paling terpenting kampus orang-orang yang berjiwa besar,” tukasnya.

Selain para pejabat TNI-Polri, tokoh agama dan pemimpin ormas Islam di Sumut, acara juga dihadiri para wakil rektor, kepala biro, dekan dan Wakil dekan, ASN dosen dan pegawai serta eluruh civitas akademika UIN-SU

Pada pertemuan itu Menag RI disambut dengan rangkaian salawat dan diulosi sebagai tanda penghormatan serta pemberian cenderamata berupa buku-buku karya dari Rektor UINSU. (rm-04)