Kepala BI Sumut: Rokok dan BPJS Picu Inflasi di 2020

77244

Medan I rakyatmedan-Kebijakan pemerintah yang menaikkan cukai rokok dan iuran BPJS Kesehatan mulai 2020 ini diprediksi akan memberikan dampak inflasi akibat penyesuaian tarif tersebut.

Prediksi kenaikan inflasi di Sumut yang meningkat dari 2019 dan masih berada di dalam sasaran inflasi nasional yakni tiga plus minus satu persen (yoy) itu diungkapkan Kepala Kantor Perwakilan BI Sumut, Wiwiek Sisto Widayat, Kamis (9/1/2020).

Wiwiek didampingi Direktur BI, Andiwiana dan Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Ibrahim pada bincang bareng media di kantor BI Jalan Balaikota Medan, menyebutkan
selain kedua komponen itu kenaikan tarif tol dan Upah Minimum Provinsi serta bumbu-bumbuan khususnya cabai merah juga menjadi pemicu inflasi.

Disebutkan Wiwiek, cabai merah sampai saat ini masih menjadi penyumbang inflasi. Bahkan itu berlangsung lima tahun berturut-turut akibat belum optimalnya di tengah permintaan yang tinggi.

Untuk itu BI berharap Tim Percepatan Inflasi Daerah (TPID) dapat terus menjaga inflasi di rentang sasaran nasional melalui 4K yakni, keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.

Selain itu kata Wiwiek, di 2020 ini TPID akan fokus untuk memperbaiki kualitas data, penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pangan, dan utilisasi teknologi Controlled Atmosphere Storage (CAS).

Seperti halnya pengendalian inflasi Sumut pada 2019 yang mengalami tantangan cukup besar.

Namun diakui Wiwiek berbagai upaya pengendalian inflasi yang dilakukan TPID berhasil membawa inflasi Sumut berada di bawah sasaran inflasi nasional. Bahkan, pada Desember 2019 Sumut mengalami deflasi. ( rm-04)