Transaksi Uang Elektronik di Sumut Meningkat

70209

Medan I rakyatmedan- Transaksi uang elektronik di Sumatera Utara (Sumut) terus meningkat.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) peningkatan itu pada November 2019, total uang elektronik (UE) beredar sebanyak 2,32 juta UE.

“Jumlah ini meningkat dari Oktober 2019 yang hanya 2,11 juta UE,” ujar Kepala Perwakilan BI Sumut, Wiwiek Sisto Widayat
di Gedung Perwakilan BI Sumut, Kamis (9/1/2020).

Disebutkannya dari jumlah itu dengan pangsa terbesar sebanyak 61 persen berada di Kota Medan, disusul Deli Serdang, Binjai dan Pematangsiantar.

Wiwiek menyebutkan mayoritas UE yang beredar merupakan 79% server-based dan 53% UE registered.

Dari sisi volume transaksi UE, pada November 2019 terjadi peningkatan yang cukup signifikan sebesar 22,18% (mtm) dibandingkan bulan sebelumnya.

Peningkatan tersebut diprediksi disebabkan semakin tingginya persaingan promo antar pemain UE.

Dari sisi perkembangan agen, jelas dia, jumlah agen LKD (Layanan Keuangan Digital) meningkat dari 15.661 pada Oktober 2019 menjadi 18.021 pada November 2019.

Namun dari sisi transaksi, nominal transaksi melalui agen LKD di November 2019 mengalami sedikit penurunan menjadi 1,0 T dari 1,07 T pada bulan sebelumnya. Mayoritas transaksi adalah Transfer dan Payment (52%) diikuti Top up (47%).

Sementara, sambungnya, jumlah pengguna kartu ATM mengalami sedikit penurunan dibandingkan bulan sebelumnya dikarenakan preferensi masyarakat yang cenderung beralih ke mobile banking.

Sedangkan jumlah Kartu ATM/D dan Kartu Kredit masih terus meningkat.

“Peningkatan jumlah kartu kredit diakibatkan banyaknya perbankan yang memanfaatkan momen menjelang Natal dan Tahun Baru untuk mengintensifkan pemasaran produk kartu kredit,” tutur dia.

Dari sisi nominal transaksi, kata Wiwiek, kartu ATM/D pada November 2019 mengalami penurunan sebesar 2,84% (mtm).

Begitu juga dengan transaksi kartu kredit yang mengalami sedikit penurunan sebesar 1,79% (mtm) meskipun bila dilihat secara tahunan tetap mengalami pertumbuhan sebesar 2,63% (yoy).

Dijelaskanya, untuk mendorong penggunaan sistem pembayaran non tunai, BI akan mensosialisasikan kewajiban penggunaan QRIS untuk seluruh pembayaran melalui kanal QR Code di Indonesia terhitung sejak 1 Januari 2020.

QRIS (QR Code Indonesia Standard) adalah standar QR Code pembayaran untuk sistem pembayaran Indonesia yang dikembangkan Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI).

Kegiatan bertajuk Digi-Fest Sumut 2020 ini, merupakan upaya serta memperkenalkan inovasi teknologi dan layanan digital yang telah tersedia di Sumut.

“Target kegiatan ini adalah warga millenial, pelajar, mahasiswa, akademisi serta pelaku usaha,” tukasnya. (rm -04)