APRDI Imbau Masyarakat Kenali Produk Sebelum Berinvestasi

126966
BERI PENJELASAN. Anggota Presidium Dewan APRDI Edward PLubis ( kanan) didampingi Kepala Perwakilan BEI Medan, M Pintor Nasution saat beri penjelasan kepada wartawan terkait Reksa Dana
BERI PENJELASAN. Anggota Presidium Dewan APRDI Edward PLubis ( kanan) didampingi Kepala Perwakilan BEI Medan, M Pintor Nasution saat beri penjelasan kepada wartawan terkait Reksa Dana

Medan I rakyatmedan-Anggota Presidium Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana & Investasi Indonesia ( APRDI) Edward P Lubis menghimbau masyarakat untuk berhati-hati sebelum berinvestasi termasuk investasi melalui Dana Reksa.

Pasalnya saat ini banyak produk investasi yang dikembangkan dan ditawarkan sejumlah perusahaan baik yang tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun yang belum tapi beroperasi di tengah masyarakat.

“Agar tidak tertipu atau terjebak dengan investasi yang saat ini menjamur di tengah masyarakat, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum berinvestasi pada produk reksadana,” kata Edward P Lubis di Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Medan, Selasa (28/1/2020).

Imbauan itu disampaikannya menyikapi pemberitaan di media masa akhir-akhir ini terkait dengan permasalahan yang dialami beberapa Reksa Dana dan Manajer Investasi, yang berujung pada pengenaan sanksi OJK kepada Reksa Dana dan Manajer lnvestasi tersebut.

Edward yang juga Ketua Umum Asosiasi Manajer lnvestasi Indonesia (AMII) didampingi Kepala Perwakilan BEI Medan, M Pintor Nasution menyebutkan
beberapa langkah yang bisa dilakukan masyarakat agar terhindar kerugian signifikan akibat risiko terjebak kinerja reksadana yang kurang prudent.

Langkah-langkah itu yakni agar lebih cermat dan kritis dalam berinvestasi pada produk Reksa Dana.

“Jangan segan untuk menanyakan strategi investasi dan metode pemilihan portofolio efek yang dilakukan Manajer Investasi,” katanya.

Langkah berikutnya baca dan pahami dengan baik dokumen keterbukaan informasi Reksa Dana, berupa Prospektus dan Laporan Bulanan (fund fact sheet) sebelum melakukan pembelian Reksa Dana.

Jika investor membeli Reksa Dana melalui Agen Penjual, harap pastikan Agen Penjual tersebut telah memiliki ijin dari OJK.

Dia juga mengingatkan untuk tidak mudah tergiur dengan janji-janji atau penawaran imbal hasil pasti penjual Reksa Dana.

Selanjutnya investor dapat melaporkan kepada Contact Center OJK (157) jika menemui praktik-praktik Reksa Dana yang menjanjikan imbal hasil pasti, atau ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai Reksa Dana.

“Dewan APRDI konsisten mengajak seluruh pemangku kepentingan industri Reksa Dana, untuk selalu menjaga agar industri ini tetap tumbuh secara sehat dan berkesinambungan sehingga kepercayaan masyarakat akan semakin besar dan luas,” demikian ungkat Edward. ( rm-04)