APRDI Berharap Skandal Reksa Dana Tak Surutkan Minat Berinvestasi

34912

Medan I rakyatmedan -Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) selaku induk organisasi yang menaungi seluruh asosiasi industri dan pelaku Reksa Dana dan pengelolaan investasi di Indonesia adakan media gathering di Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Medan, Selasa (28/1/2020).

Pada pertemuan itu Anggota Presidium Dewan APRDI yang juga Ketua Umum Asosiasi Manajer lnvestasi Indonesia (AMII) Edward P Lubis berharap
permasalahan yang terjadi akhir-akhir ini tidak menyurutkan minat investor untuk tetap berinvestasi melalui Reksa Dana.

“Masih banyak Reksa Dana yang dikelola dan dipasarkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, mengedepankan aspek integritas dan profesionalisme, serta menerapkan prinsip manajemen resiko yang kuat,” kata Edward didampingi Kepala Perwakilan BEI Medan, M Pintor Nasution.

Harapan itu disampaikannya dalam menyikapi pemberitaan di media masa akhir-akhir ini terkait dengan permasalahan yang dialami beberapa Reksa Dana dan Manajer Investasi, yang berujung pada pengenaan sanksi otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada Reksa Dana dan Manajer lnvestasi tersebut.

Menurutnya Dewan APRDI mendukung langkah-Iangkah yang telah dan akan dilakukan OJK, dalam hal penegakan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Karena hal ini selaras dengan tujuan Dewan APRDI yaitu menciptakan pertumbuhan industri yang sehat dan berkesinambungan.

Lebih lanjut dikatakannya dalam prakteknya masing-masing Manajer lnvestasi mempunyai strategi dan taktik dalam mengelola portofolio dan memasarkan Reksa Dana yang diterbitkannya untuk menghasilkan kinerja yang optimal.

Namun demikian Dewan APRDI tidak dapat mentolerir jika strategi dan taktik pengelolaan portofolio dan pemasaran Reksa Dana tersebut dilakukan dengan cara-cara yang melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku, melupakan aspek integritas dan profesionalisme, serta mengecilkan prinsip-prinsip manajemen resiko dan good corporate governance.

Dia juga menjelaskan, Reksa Dana adalah produk investasi yang diatur dan diawasi secara ketat oleh regulator dalam hal ini OJK.

“Ini bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dan investor yang akan dan telah menginvestasikan dananya, serta untuk memastikan terselenggaranya pasar modal yang teratur, wajar dan efisien, ungkapnya.

Dewan APRDI, kata Edward secara konsisten telah dan akan selalu mengajak kepada seluruh pemangku kepentingan industri Reksa Dana, untuk selalu menjaga agar industri ini tetap tumbuh secara sehat dan berkesinambungan.

“Dengan industri yang sehat diharapkan kepercayaan masyarakat akan semakin besar dan luas, dan menjadi salah satu industri yang dapat dibanggakan,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Perwakilan BEI Medan, M Pintor Nasution, menyebutkan Medan salah satu kota yang sangat potensial untuk industri pengelolaan investasi.

“Kita berharap masyarakat bisa lebih jeli memilih investasi. Apalagi Medan sebagai kota besar dan jumlah perusahaannya lumayan banyak dengan memberikan penawaran sangat banyak dengan janji yang menggoda,” ujar Pintor.

Karena itu, katanya masyarakat harus bisa mengetahui dengan jelas investasinya, izin usaha, produk yang ditawarkan dan manajer investasinya agar tidak mengalami kerugian nantinya.

Pintor juga mengingatkan agar masyarakat memilih investasi yang legal dan logis.

Pintor juga menyarankan bagi investor pemula yang ingin berbisnis biasanya diawali dengan ikut sekolah pasar modal yang diajari investasi reksa dana dan manajer investasi. ( rm -04)