USU Siapkan Sistem Perbolehkan Mahasiswa Magang 3 Semester

38871

Medan I rakyatmedan -Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum mengatakan Universitas Sumatera Utara segera menyiapkan sistem terkait kebijakan Kampus Merdeka yang digulirkan Mendikbud Nadiem Makarim.

“Kebijakan Mendikbud di program Kampus Merdeka itu memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk melakukan penelitian langsung di luar kampus seperti magang,” kata
Prof Runtung akhir pekan kemarin dalam bincang santai bersama wartawan di rumah Dinas Kampus USU, Padang Bulan Medan.

Menurut Runtung, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan aturan yang memungkinkan mahasiswa belajar di luar  program studi (prodi) atau di luar kampus selama tiga semester.

Dari tiga semester tersebut, kata Runtung, kegiatan di luar kampus tersebut bisa berupa magang, praktik kerja, penelitian atau wirausaha.

“Untuk itu kita juga akan sosialisasikan ke unsur pimpinan dan mahasiswa serta kerjasama dengan mitra mengenai kampus merdeka ini. Selanjutnya kita rumuskan dan siapkan sistemnya,” ungkap Runtung didampingi Kepala Kantor Humas, Promosi dan Protokoler USU Elvi Sumanti ST M Hum

Dijelaskan Rektor, hak belajar tiga semester di luar program studi atau disebut magang itu merupakan satu dari empat kebijakan Kampus Merdeka yang dirancang Mendikbud

Terkait ptigram tersebut saat ini USU tengah mempersiapkan formatnya termasuk kerjasama dengan pihak lain seperti KIM dan perusahaan lainnya agar memudahkan mahasiswa melaksanakannya.

Misalnya mahasiswa Fakultas Hukum bisa, magang di kantor pengacara. Tujuannya agar mahasiswa itu akan lebih matang lagi ketika dia lulus atau wisuda.

“Dengan demikian diharapkan dia siap pakai dan akan kerja di kantor pengacara tersebut. Sehingga setelah lulus tidak buta dan mengetahui berbagai peraturan, cara mengatur perkara. Karena apa yang disampaikab dosen, mungkin saja tidak berlaku lagi pengadilan, ” jelas Prof Runtung.

Namun pada program magang tiga semester ini tidak berlaku pada bidang kesehatan seperti Fakultas Kedokteran, sebab di program studi kesehatan berkaitan langsung dengan nyawa manusia.

“Mahasiswa kesehatan sudah ada program tersendiri magang di rumah sakit, ” jelasnya.

Prof Runtung menambahkan belajar tiga semester di luar program studi sebaiknya diikuti mahasiswa yang duduk di semester 6 dan 7. Sebab, pada semester tersebut mahasiswa lebih matang dalam pengetahuan.

Kebijakan kampus merdeka selanjutnya adalah kemudahan untuk membuka program studi baru. Untuk merealisasikan kebijakan itu, USU segera membuka prodi kelapa sawit.

Menurut Prof Runtung, segala persiapan membuka prodi baru itu telah dijalankan salah satunya penjajakan kerjasama dengan Gapki dan PPKS.

“Kelapa sawit ini primadona masyarakat Sumut dan bisa mensejahterakan. Makanya kita sudah kerjasama dengan Gapki untuk bagaimana mengembangkan varites, ” katanya.

Demikian dengan PPKS Medan, kerjasama dilaksanakan dengan melakukan peninjauan ke kampus Kuala Bekala untuk penanaman sawit.

PPKS menyediakan kecambah, USU menanam dan mengurus menggunakan tenaga- tenaga pertanian. Hasilnya disesuaikan hasilnya dibagi menurut persentase yang nanti akan disepakati.

Pada perjanjian kerjasama ini dinilai rektor sangat relevan untuk mendukung program studi yang segera akan dibuka didukung lagi Fakultas Pertanian yang selama ini melakukan penelitian ataupun penulisan artikel di bidang kelapa sawit.

“Tentu kalau kita buka program studi ini kan sangat relevan. Sehingga jika lulus bisa kerja dan banyak perusahaan yang akan menerima. Ini juga pertimbangan membuka prodi ini, ” katanya.

Mengenai tenaga pengajarnya, Prof Runtung mengatakan tidak tertutup kemungkinan tenaga profesional yang berkecimpung di dunia persawitan. Apalagi ada dua mitra kerja strategis yang akan mampu menyusun kurikulum dan menyediakan tenaga dosen.

“Saya yakin ilmu yang dimiliki para manajer perusahaan kelapa sawit bisa digunakan sebagai dosen di Prodi Kelapa Sawit nantinya. Status kesarjanaan, nomor sekian. Yang penting dia ahli di bidang kelapa sawit, ” sebut Prof Runtung.

Pada pertemuan itu Prof Runtung juga menyebutkan beberapa prestasi akademik yang draih USU.

Menurut rektor, dengan adanya penambahan enam Guru Besar yang akan dikukuhkan, maka total guru besar USU sebanyak 198 orang.

Prof Runtung berharap akan segera menyusul dosen berkualifikasi Doktor untuk proses perolehen Guru Besarnya.

“Saat ini Doktor kita memang persentasenya belum mencapai 40 persen. Tapi kita berharap dari jumlah itu akan muncul lagi guru besar,” kata Runtung

Selain capaian prestasi terhadap sumber daya manusianya juga bidang penelian para dosen dan mahasiswa.

“Bahkan dari 74 sertifikat hasil penelitian ada yang telah dipatenkan dan dipasarkan di masyarakat, seperti di bidang kosmetik,” demikian kata Runtung. (rm-04)