Ekonomi Sumut Meningkat Didukung Perbaikan Investasi dan Konsumsi

17571
BERI KETERANGAN. Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut, Wiwiek Sisto ( tengah) memberikan keterangan saat bincang bareng media di Medan
BERI KETERANGAN. Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut, Wiwiek Sisto ( tengah) memberikan keterangan saat bincang bareng media di Medan

Medan I rakyatmedan -Prospek pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara ( Sumut) menguat pada 2020 karena didukung berlanjutnya proyek-proyek strategis multiyears terutama di infrastruktur.

“Adanya perbaikan daya beli masyarakat yang didukung membaiknya harga komoditas CPO juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah ini,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumut, Wiwiek Sisto saat bincang bareng media (BBM) di Jalan Uskup Agung Medan, Senin (10/02/2020).

Selain itu dengan adanya momentum akselerasi ekonomi yang diprakirakan berlanjut pada 2020 ini juga mempengaruhi menguatnya ekonomi Sumut dibanding 2019.

Wiwiek juga menyebutkan ekonomi Sumut yang diprakirakan tumbuh menguat itu karena didorong peningkatan kinerja konsumsi rumahtangga dan investasi ekspor.

” Di sisi lapangan usaha atau LU pertumbuhan didorong oleh LU Utama seperti perdagangan, konstruksi, pertanian dan industri pengolahan,” ungkap Wiwiek.

Sementara itu Wiwiek juga menyebutkan perekonomian Sumut di triwulan IV pada 2019 tumbuh 5,21 persen, lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang hanya mencapai 5,11 persen. Realisasi ini juga lebih tinggi dari nasional mencapai 4,97 persen dan Sumatera 4,57 persen.

Didampingi Direktur BI Andi Wiyana, Kepala Group Advisory dan Pengembangan Ekonomi Ibrahim, Wiwiek mengatakan secara historis, pertumbuhan ekonomi Sumut mayoritas di atas pertumbuhan nasional. Sedangkan secara spasial, pertumbuhan Sumut merupakan tertinggi ke 3 di antara 10 provinsi di Sumatera.

Dijelaskannya pertumbuhan ekonomi Sumut yang mencapai 5,21 persen tertinggi ke 3 di Pulau Sumatera setelah Sumatera Selatan (Sumsel) yang mencapai 5,69 persen, Bangka Belitung (Babel) dengan 3,99 persen dan Provinsi Jambi 3,59 persen.

Menurutnya perekonomian Sumut pada triwulan IV ditopang perbaikan investasi seiring dengan penyelesaian proyek-proyek infrastruktur multiyears di daerah.

Sementara dari sisi eksternalnya, kinerja ekspor sedikit membaik sejalan dengan mulai membaiknya harga CPO global yang juga ditopang peningkatan produktifitas tanaman kelapa sawit sejalan dengan peningkatan LU Pertanian.

Selain itu, kata Wiwiek yang menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Sumut 2019 lalu dikarenakan faktor investasi seiring dengan berlanjutnya proyek strategis infrastruktur dan pariwisata pemerintah, yang tercermin juga pada peningkatan LU Konstruksi.

Sementara di sisi lain kontraksi impor yang lebih dalam dibandingkan ekspor, turut mendorong perbaikan ekonomi. Sedangkan konsumsi rumahtangga tumbuh melambat seiring dengan stagnasi harga CPO hingga triwulan III.

Di sisi penawaran, LU pertanian tumbuh meningkat didorong peningkatan produksi padi dan kelapa sawit. Sementara LU industri pengolahan tumbuh melambat, dipengaruhi penurunan permintaan global akan CPO serta masih tertahannya daya
beli masyarakat.

Lebih lanjut dijelaskannya, pada stagnasi permintaan Tiongkok serta penurunan permintaan global, ekspor Sumut ke Tiongkok cenderung mengalami stagnasi sebagai dampak dari perang dagang.

Di sisi lain ekspor Sumut cenderung menurun ke AS, Jepang, serta India. Sementara impor Sumut juga mengalami penurunan khususnya dari Singapura, Tiongkok dan Malaysia

INFLASI

Pada pertemuan rutin BBM itu, Wiwiek juga menyoroti inflasi di Sumut pada Januari 2020 tercatat 0,5 persen (mtm) dari bulan sebelumnya yang deflasi 0,19 persen (mtm).

“Realisasi inflasi Sumut lebih tinggi dibandingkan Sumatera maupun nasional,” kata Wiwiek.

Diakuinya tensi geopolitik di Timur Tengah yang meningkat antara Amerika Serikat dengan Iran serta ancaman perlambatan ekonomi Tiongkok pasca merebaknya virus Corona semakin menambah ketidak pastian pertumbuhan ekonomi global.

Meskipun adanya ancaman terhadap pertumbuhan ekonomi global sambung Wiwiek, perbaikan ekonomi global di 2020 akan diiringi dengan peningkatan harga berbagai komoditas.

Menurutnya harga CPO disinyalir meningkat didorong keterbatasan stok di tengah peningkatan permintaan, baik dari negara penghasil maupun negara lainnya. Di samping itu, harga kopi dan dan aluminum juga mengalami perbaikan.

Untuk memperkuat momentum pertumbuhan dan mempertahankan stabilitas, Wiwiek mengatakan ada beberapa fokus kebijakan yang diambil berdasarkan keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Januari 2020, seperti kebijakan moneter tetap akomodatif dan konsisten dengan prakiraan inflasi yang terkendali dalam kisaran sasaran.

Kemudian stabilitas eksternal yang terjaga, serta upaya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik.

Selain itu strategi operasi moneter terus ditujukan untuk menjaga kecukupan likuiditas dan mendukung transmisi bauran kebijakan yang akomodatif. ( rm-04)