Jurnalis Perempuan Dituntut Melek Industri 4.0

170388

Banjarmasin I rakyatmedan – Puluhan Jurnalis Perempuan Indonesia dari Sabang hingga Merauke berkumpul dalam memeriahkan Hari Pers Nasional (HPN) di Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Dalam keterangan tertulis diterima rakyatmedan, Senin (10/2/2020) sarasehan Jurnalis Perempuan Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) tersebut selain sebagai ajang silaturahmi juga untuk menambah referensi mengenai peluang dan tantangan berkompetisi jurnalis perempuan di era digital 4.0.

Deputi Partisipasi Masyarakat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Indra Gunawan mewakili Menteri KPPPA mengatakan kecepatan informasi semakin cepat dan mudah.

“Kami berjarap jurnalis perempuan lebih mampu manfaatkan teknologi yang ada dalam mendukung kinerja saat peliputan dan pemberitaan khususnya dalam ikut serta mewujudkam lima program prioritas KPPPA,” katanya.

Kelima program itu yaitu mengajak minat wirausaha perempuan, isu kekerasan terhadap perempuan dan anak, peran keluarga, khususnya dalam pengasuhan anak di keluarga. Serta perkawinan usia anak, dimana terdapat fenomena kawin diusia anak atau dibawah 18 tahun, dan mengurangi kekerasan terhadap anak.

“Kita sangat suport dan mendukung keberadaan FJPI dalam mempermudah, peluang kedepan untuk bisa berkiprah dibidang jurnalisme,” ujar
Pembina FJPI Rita Srihastuti saat memberikan apresiasi atas kekompakan Jurnalis Perempuan.

“Saya jadi reporter sejak 80an, tidak pernah membayangkan perempuan berkumpul bisa sekompak ini. Saya harapkan pemikiran masyarakat, semakin banyak perempuan semakin tidak kompak, itu gak benar ya. Apalagi ini organisasi wartawan. Kalian luar biasa. Karena itu, peluang dan tantangan kompetensi di era digital ini, diharapkan jurnalis perempuan tetap bekerja secara profesional dan menjunjung kode etik jurnalistik,” harap Rita.

Sekjend FJPI, Khairiah Lubis mengatakan sarasehan sebagai ajang silaturahmi FJPI di 8 wilayah dari Aceh hingga Papua juga akan dikukuhkan 2 cabang FJPI baru yang terbentuk di HPN 2020 yaitu FJPI Maluku dan FJPI Kalimantan Selatan.

Dalam kegiatan tersebut juga menghadirkan nara sumber, Pimpinan redaksi Trans 7 dan CNN Indonesia, Titin Rosmasari yang dengan apik membawakan materi mengenai tantangan jurnalis di era 4.0.

Selain itu jurnalis dari Aceh, Sania, jurnalis Papua, Nethy Darma Somba dan Jurnalis Papua Barat, Olha Mulalinda sebagai nara sumber dalam tema diskusi jurnalis perempuan daerah konflik menghadapi era 4.0. ( rm-04)