Srikandi Gojek Siap jadi Perempuan Tangguh Penakluk Jalanan

118319

Medan I rakyatmedan- Sebanyak 2,8 persen driver ojek online mitra Gojek di Medan siap menghadapi risiko jadi perempuan tangguh penakluk jalanan dalam bertugas

Kesiapan para driver perempuan yang disebut Srikandi Gojek itu merupakan suatu konsekwensi dalam menghadapi tantangan saat bertugas di lapangan dengan berbagai karakter para penumpang atau pengguna jasanya.

“Jadi saat para Srikandi Gojek ini menetapkan pilihannya maka mereka adalah perempuan tangguh,” kata pemerhati gender dan keluarga Harmona Daulay, pada talk show di Istana Koki Jalan Cik Di Tiro Medan Selasa (25/2/2020).

Pertemuan yang bertema “Perempuan cerdas, perempuan berdaya dan keluarga sejahtera” itu merupakan kegiatan berkala tiga minggu sekali melalui ajang kopi darat (kopdar) sebagai sarana komunikasi dan silahturahmi dengan para mitra Gojek.

Pertemuan yang dibuka Head Regional Corporate Affairs Gojek Sumut, Aceh, Sumbar dan Riau, Lumban Toruan itu menghadirkan sekira 200 Srikandi Go-Jek dalam rangkaian International Women’s day 2020 dengan mengangkat #Eachforequal, di mana salah satunya mendukung perempuan untuk mendapatkan penghasilan dan juga belajar dengan cara sesuai dengan mereka.

Harmona Daulay yang juga seorang Doktor dari USU ini pada paparannya memberikan dukungan bagi para Srikandi Gojek untuk semangat berkarya di tengah dunia profesi ojol dan taksol yang mayoritas mitranya adalah lelaki.

Menurut Harmona Daulay peran perempuan itu sangat kompleks; di rumah dan di luar rumah bagi perempuan pekerja.

“Tugas perempuan itu ada tiga yakni peran domestik, publik dan kemasyarakatan.Ketiganya harus dijalankan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Dalam materi ceramahnya juga disampaikan bagaimana menyeimbangkan waktu dan tanggung jawab sebagai orang tua dan wanita bekerja, sehingga keduanya dapat berjalan dengan baik.

Di masyarakat, ungkapnya, perempuan itu bernilai patrilineal dan repatriasi, seks dan gender. Ketidakadilan gender, subordinasi , streotip/citra negatif, beban ganda, marginalisasi dan kekerasan.

Sementara itu Dian Lumban Toruan, Head, Regional Corporate Affairs Gojek Sumut, Aceh, Sumbar dan Riau mengatakan Gojek ingin menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi para mitra dan penggunanya, agar baik mitra dan penumpang perempuan dan laki-laki punya kesempatan yg sama untuk berkarya dan bebas beraktivitas di ruang publik.

Salah satu tantangan dalam menciptakan ruang publik yang aman adalah adanya kekerasan di ruang publik, termasuk kekerasan seksual.

Maka Gojek fokus pada upaya preventif melalui edukasi karena kami percaya diperlukan pemahaman yang menyeluruh agar masyarakat yang bermitra dengan Gojek dan masyarakat pada umumnya dapat bekerja bersama-sama untuk menciptakan ruang publik yang nyaman.

Untuk itu, Gojek berinisiatif menggandeng Hollaback! Jakarta, organisasi nirlaba yang berfokus mencegah dan menghentikan kekerasan seksual di ruang publik.

Berangkat dari kepedulian Gojek akan upaya preventif edukasi mitra, Gojek mengadakan pelatihan tatap muka bersama Hollaback! di berbagai kota di Indonesia, termasuk Medan.

Khusus di Medan, Gojek juga menggandeng LBH APIK yang mewakili organisasi masyarakat di tingkat lokal sehingga materi pelatihan menjadi semakin komprehensif. Pelatihan di Medan telah berlangsung pada Juli tahun lalu.

Inisiatif Gojek ini mendapatkan apresiasi dari UN Women, sebuah badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang khusus menangani isu perempuan pada November 2019 lalu.

Selain itu berbagai inovasi terus diciptakan Gojek untuk membuat pengalaman menggunakan transportasi online lebih aman dan nyaman dengan fitur berbagi lokasi dan tombol darurat, serta pengadaan ambulans yang beroperasi 24 jam yang juga telah tersedia di Medan.( rm-04)