Penggunaan QRIS Bisa Hindari Penularan Virus Corona

26847

Medan I rakyatmedan-Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengajak masyarakat untuk transaksi menggunakan fasilitas perbankan secara online dengan beralih ke non tunai melalui Quick Response Code Indonesia Standard ( QRIS) yang diluncurkan Bank Indonesia (BI).

“Menggunakan QRIS itu selain aman, cepat dan tidak ribet juga sebagai satu dari sekian upaya antisipasi penularan virus corona yang saat ini tengah mewabah,” kata Gubsu saat menghadiri puncak pekan QRIS Nasional 2020 di Lapangan Benteng Medan, Minggu (15/3/2020).

Untuk itu Gubsu mengajak masyarakat semakin meningkatkan aktivitas transaksi non tunai untuk mempermudah pembayaran sekaligus sebagai langkah antisipatif terhadap serangan virus corona atau Covid-19

Dalam mengantisipasi sebaran wabah virus corona, Gubsu mengimbau masyarakat untuk tidak panik menghadapi ancaman tersebut.

Namun juga bukan berarti abai atau sepele seakan tidak bisa terkena virus tersebut. Karenanya, ia meminta agar menghindari tempat-tempat keramaian dan lebih memilih berdiam di rumah.

“ Saya bukan paranoid sebab ada yang harus dihindari. Jika kita kena, tak kena orang lain. Sebaliknya jika orang lain yang kena, tak kena ke kita. Jadi tolong sama- sama dimengerti agar mengindari tempat-tempat keramaian,” tegas Gubsu.

Senada dengan Kepala Perwakilan BI Sumut Wiwiek Sisto Widayat menyebutkan, penggunaan layanan QRIS sebagai dompet digital juga dinilai mampu menghindari masyarakat dari serangan Covid-19.

“Dengan QRIS orang tidak lagi harus memegang uang tunai serta bersentuhan tangan, sehingga bisa mencegah penyebaran virus Corona,” kata Wiwiek.

Seperti yang disampaikan
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO yang menyarankan menghindari penggunaan uang kertas, menyusul maraknya penyebaran virus corona.

Bahkan WHO juga mendorong agar masyarakat untuk menggunakan opsi pembayaran digital. Sebab dengan uang sering berpindah tangan dan dapat menyimpan semua jenis bakteri dan virus.

Wiwiek juga mengatakan adanya kondisi siaga Covid-19, membuat pelaksanaan puncak pekan QRIS di scale down.

Disebutkannya awalnya target peserta berjumlah 2000 orang menjadi sekira 600 orang, stand bazaar dikurangi dari 80 menjadi 44 dengan waktu pelaksanaan hanya setengah hari saja pada 15 Maret 2020 yg semula direncanakan berlangsung 2 hari.

Untuk pencegahan terhadap penularan virus corona juga telah dilakukan prosedur nasional dengan melakukan pemindaian suhu kepada seluruh tamu/peserta yang akan memasuki area Lapangan Benteng serta penyediaan hand sanitizer di beberapa titik lokasi.

Lebih lanjut Wiwiek mengatakan
BI telah menyosialisasikan QRIS kepada berbagai pihak dan instansi pemerintah.

Dengan sosialisasi itu dia berharap QRIS semakin dikenal dan digunakan masyarakat Sumut.

“Hingga saat ini, sudah ada 106 ribu merchant yang menggunakan QRIS. Kita targetkan akhir Maret mencapai 150 ribu dan pertengahan tahun bisa sampai 2 ribu merchant,” ungkapnya.

Pada puncak pekan QRIS Nasional 2020 itu diawali dengan sepeda santai bersama Kepala Perwakilan BI Sumut Wiwiek Sisto Widayat, Direktur BI Sumut Andiwiana, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting serta pejabat Pemprovsu dan pimpinan perbankan serta
diikuti sekurangnya 700 peserta. ( rm-04)