Pria Ngaku Polisi, Berhasil Bawa Kabur Sepeda Motor IRT

86751

Medan I rakyatmedan– Sungguh apes nasib Ramahdina (35), warga Kompleks Palem Indah Racident Blok C Jalan Karya Kasih Medan Johor.

Pasalnya lolos dari aksi jambret, ibu rumah tangga (IRT) ini malah ditipu seorang pria mengaku oknum polisi sehingga sepeda motornya raib dibawa kabur.

Aksi itu bermula saat wanita yang sering dipanggil Dina sedang mengantar anaknya ke rumah mertua di Jalan Brigjen Katamso Medan pada Rabu (15/4/2020) sekira pukul 20.30 WIB.

Korban mengantar putrinya mengendarai sepeda motor matic Honda Beat nomor polisi BK 2915 AHW.

“Memang perasaan sudah tidak enak, tapi anak saya terus nangis karena ingin jumpa dengan neneknya. Karena nangis terus terpaksa saya antar,” ujar korban kepada wartawan, Kamis (16/4/2020).

Usai mengantar anaknya ke rumah neneknya, korban segera pulang ke rumahnya.

Ketika di Jalan AH Nasution Medan (Underpass), korban tiba-tiba dipepet dua pria berboncengan sepeda motor sambil merampas tas selempangnya.

Dina berhasil mempertahankan tasnya meski harus terjatuh hingga mengalami luka di sekujur tubuhnya.

“Saya tidak sadar lagi di situ, tapi saya masih memegang tas dan motor saya masih saya lihat,” katanya.

Sementara, dua penjambret itu memilih melarikan diri. Sedangkan korban masih tergeletak di jalan.

“Di sinilah pelaku datang menjumpai saya yang berperan sebagai polisi, dialah yang menolong saya. Dia yang bawa ke rumah sakit. Inilah mungkin modusnya,” kesalnya.

Dengan kondisi yang masih lemas, Dina kemudian dibawa pria itu ke Rumah Sakit Mitra Sejati untuk mendapatkan perawatan.

“Di rumah sakit dia mau sebagai penanggungjawab dan dia bilang mau bantu biar pelakunya dapat, karena katanya dia dari Poldasu,” sebutnya.

Tanpa disadari korban, saat di rumah sakit, pria yang mengaku anggota Poldasu mengambil kunci sepeda motor dan STNK serta anting yang ada di tas Dina.

“Kondisi saya kan masih lemas, otomatis tas dia yang pegang,” akunya.

Untuk meyakinkan korbannya, pelaku juga ikut mendampingi korban masuk ke ruangan setelah dari IGD rumah sakit.

“Tapi dia tidak memperkenalkan siapa namanya ,” ucapnya.

Begitu keluarga korban hendak datang ke rumah sakit, pelaku pun permisi keluar untuk membeli makanan.

“Bahkan dia menawarkan makanan kepada saya. Namun ketika dia pergi, saya baru teringat dengan sepeda motor saya. Terus saya cek tas kondisi sudah acak-acakan dan sudah tidak ada lagi STNK dan kunci sepeda motor,” akunya.

Setelah hampir dua jam ditunggu pelaku tak kunjung datang lagi.

“Saya suruh suami cek motor di parkiran sudah tak ada lagi,” terangnya sembari menyebutkan pria itu diduga komplotan para jambret.

Karena itu, korban berencana membuat laporan ke polisi setelah keluar dari rumah sakit.

Kanit Reskrim Polsek Delitua Iptu I Sitepu ketika dikonfirmasi wartawan mengaku belum menerima laporan korban.
“Akan kita cek dulu,” tandasnya kepada wartawan. (rm-04)