Berakhir Mei 2020, BPS Sumut Catat 2 Juta lebih Ikut SP Online

58871

Medan I rakyatmedan -Badan Pusat Statistik Sumatera Utara (BPS Sumut) mencatat jumlah masyarakat yang berpartisipasi dalam sensus penduduk  ( SP) online sebanyak 2.075.228
orang.

“Berdasarkan estimasi jumlah kartu keluarga yang terjaring sebanyak 3.730.482, masih kurang 1.655.254 keluarga yang belum mengisi,” kata Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi, Selasa (28/4/2020).

Dari data yang dihimpun memperlihatkan warga Kabupaten Langkat paling banyak mengisi data dengan jumlah 201.961 orang. Disusul kota Medan sebanyak 190.133 orang.

Menurut Suhaimi, untuk kota Medan, meski jumlah warga yang tercatat besar, namun jumlah keluarga yang merespon masih belum sampai 10%.

“Berbeda dengan Langkat, dengan jumlah keluarga yang merespon sudah mencapai lebih dari 18%,” katanya.

Progres harian warga mencatatkan diri pun cukup stabil. Seperti pada 25 Februari 2020 ke 26 Februari 2020, ada sebanyak 498 keluarga yang merespon, dengan jumlah 437 keluarga mengisi secara benar.

Suhaimi menjelaskan target SP Online sejak dimulai pertengah Februari 2020 lalu, dalam mensosialisasikan SP Online, BPS sudah membentuk relawan-relawan untuk membantu dalam program pemerintah dengan #MencatatIndonesia ini.

Dia menargetkan hingga akhir SP Online dapat mencatat minimal 20% penduduk di Sumatera Utara.

“Terutama bisa mencatat warga yang sulit terjangkau. Kita lihat, daerah- daerah ini cukup besar yang merespon,” ucap dia.

Menurut Syech Suhaimi, warga dapat mencatat datanya kapan saja selama periode pelaksanaan SP Online, yakni hingga akhir Mei 2020.

Tapi, jika warga terlupa atau tidak bisa mencatatkan diri melalui SP Online, pada September 2020 nanti, rencananya akan dilakukan SP Wawancara langsung oleh petugas dengan door to door.

Suhaimi menyebutkan warga tidak perlu khawatir, jika tidak menginput data melalui SP Online, maka petugas akan datang untuk mewawancara.

” Tapi jika tidak mau diganggu, masih ada kesempatan hingga akhir Mei nanti untuk mencatatkan diri,” ungkapnya.

Kata Syech Suhaimi, SP perlu dilakukan untuk mengumpulkan data informasi kependudukan dan perumahan untuk menghasilkan parameter demografi dan indicator sosial lainnya. ( rm-04)