Terdampak Covid-19, Disdik Sumut Ubah Jadwal PPDB 2020/2021

66954

Medan I rakyatmedan- Dinas Pendidikan Sumatera Utara ( Disdiksu) merubah jadwal Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) 2020/2021 untuk jenjang SMA, SLB, SMK Negeri.

“Kita mengubah jadwal PPDB yang dimulai pada 20 Mei hingga 2 Juni 2020. Sedangkan sebelumnya disampaikan pada 5 Mei,” kata Sekretaris Panitia PPDB Provinsi Sumatera Utara periode 2020/2021, Drs Saut Aritonang SH MHum, Rabu (6/5/2020).

Perubahan tersebut dilakukan dengan alasan teknis yang diakuinya karena aplikasinya tahun ini agak rumit mengharuskan masing- masing calon peserta mendaftar dengan android dari rumah dan tidak lagi ke sekolah.

Menurut Saut, selain perubahan jadwal PPDB itu juga beberapa tahapan lainnya mengalami perubahan dalam tata cara pendaftaran yang semuamya itu dilakukan akibat Covid-19 dan menghindari penyebaran virus tersebut.

Kemdian pada 4 Juni 2020 pengumuman hasil seleksi jalur berprestasi akademik, affirmasi, perpindahan orangtua/wali/ anak guru setempat, dan prestasi non-akademik.

Sedangkan pada 5 – 9 Juni 2020, pendaftaran ulang bagi siswa yang lulus seleksi jalur berprestasi akademik, affirmasi, perpindahan orangtua/wali/ anak guru setempat, dan prestasi non-akademik.

Selanjutnya pada 10 – 17 Juni dilakukan pendaftaran jalur zonasi dan diumumkan 19 Juni sementara pada 22 – 26 Juni 2020 pendaftaran ulang.

Lebih lanjut dijelaskan Saut, cara pendaftarannya sebagai berikut, siswa mendaftar dari rumah masing-masing dengan aplikasi ke server Disdiksu dengan menginput data nilai rapor 1-5  dan SPTJM.

Selanjutnya panitia PPDB Disdiksu yang menerima data peserta lewat aplikasi itu melakukan verifikasi, menseleksi dan mengumumkan hasil seleksi serta menyerahkan hasilnya kepada satuan pendidikan.

Saut juga menjelaskan, sistem PPDB tahun ini akan menerapkan empat jalur. Pertama adalah jalur zonasi, kedua afirmasi, ketiga prestasi dan keempat jalur perpindahan orangtua/wali siswa dari luar Sumut ke Sumatra Utara.

Berdasarkan Permendikbud nomor 44 tahun 2019, dari jalur zonasi akan diterima sebanyak 50 persen dari kuota di setiap sekolah.

Misalnya jika satu sekolah menerima 10 kelas (rombongan belajar) dan dikali 36 per kelas maka akan ada sebanyak 360 siswa yang diterima. Dengan demikian sekolah minimal 180 siswa melalui jalur zonasi ini.

Untuk kuota jalur afirmasi ditujukan bagi keluarga tidak mampu minimal sebanyak 15 persen dari total jumlah siswa yang diterima.

Sedangkan kuota untuk jalur perpindahan orangtua/wali siswa dari luar Sumut ke Sumatra Utara maupun anak guru sebanyak 5 persen dari total siswa yang diterima.

Sementara kuota jalur prestasi diberikan sebanyak 30 persen yang terdiri dari prestasi akademik dan non akademik. ( rm-04)