Buruh Bongkar Muat Pasar Induk Duel, Satu Tewas Ditikam

161749

Medan I rakyatmedan-Persoalan sepele, sesama buruh bongkar muat di Pasar Induk Medan terlibat duel. Akibatnya, seorang diantaranya tewas setelah ditikam pada bagian perutnya meski sempat dirawat di RSUP H Adam Malik, Medan.

Korban tewas adalah Hendra Sinaga (37), warga Patiluban Hilir, Desa Patiluban, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal.

Sedangkan tersangka penikam Pardi Sitepu (39), warga Jalan Jamin Ginting Pasar 7 Gang Gembira, Kelurahan Berigin, Kecamatan Medan Selayang.

Informasi diperoleh, peristiwa itu terjadi pada Jumat (8/5/2020) dini hari sekira pukul 04.00 WIB.

Korban dan pelaku berselisih paham mengenai pekerjaan bongkar muat barang mereka.

“Pelaku melarang korban jangan bongkar muatan cabainya, tetapi korban tidak menurutinya dan kemudian pergi,” ujar Kapolsek Delitua AKP Zulkifli Harahap, Selasa (12/5/2020).

Tak lama, pelaku mendatangi korban hingga kemudian terjadi cekcok mulut dan berujung duel.

Saat berkelahi, tersangka menusuk perut korban dengan sebilah pisau hingga terkapar. Selanjutnya, tersangka pergi dan meninggalkan korban bersimbah darah.

“Korban kemudian ditolong dan dibawa ke rumah sakit (RSUP H Adam Malik) oleh rekan-rekannya. Tetapi, nyawanya tak dapat tertolong karena mengalami luka cukup parah,” jelas Zulkifli.

Keluarga korban kemudian melaporkan kepada pihak Polsek Delitua .

Dari laporan tersebut, dilakukan penyelidikan lebih lanjut hingga berhasil menangkap tersangka dari tempat persembunyiannya Senin (11/5/2020) malam.

“Sekira pukul 19.00 WIB Senin malam pelaku ditangkap saat sedang berada di Desa Sekati, Kecamatan Namenteran. Pelaku ditangkap tanpa perlawanan setelah diserahkan oleh keluarganya,” jelasnya.

Zulkifli menambahkan, atas perbuatannya tersangka yang saat ini telah diamankan dan masih diperiksa intensif oleh penyidik terancam dijerat Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan.

“Kasusnya masih kita dalami, tersangka terancam dijerat Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan dan 351 KUHPidana menyangkut penganiayaan berat mengakibatkan korban meninggal dunia dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” tandasnya. (rm-04)