Empat Kali Keluar Masuk Penjara, Spesialis Bajing Loncat Ditembak

24751

Sergai I rakyatmedan –Palti Ari Wiranto Simanjuntak alias Palti (20), warga Dusun I, Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), terkapar ditembak Polres Sergai.

Pasalnya, pemuda yang sudah empat kali keluar masuk penjara ini kembali ditangkap Tekab Scorpions Satreskrim Polres Serdang Bedagai, Selasa (12/5/2020) sekira pukul 23.30 WIB di Perumnas BP7 Kota Tebingtinggi, Kecamatan Tinggi, Kabupaten Sergai, terkait kasus yang sama yakni pencurian pemberatan (Bajing loncat) dengan korban PT JNE Express Medan.

Saat dilakukan penangkapan, tersangka sempat melakukan perlawanan kepada petugas, sehingga petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur di kaki kanan pelaku.

Kepada petugas, tersangka mengaku sudah empat kali keluar masuk penjara terkait kasus yang sama bajing loncat yang dilakukan di seputaran Jalinsum Medan- Tebing Tinggi.

“Sudah empat kali aku pak keluar masuk penjara terkait kasus bajing loncat juga,” akunya.

Kejadian bermula pada Senin 4 Mei 2020 sekira pukul 05.30 WIB, saat korban mobil Box PT JNE Express Medan dikemudikan Awan (44)  melintas di jalinsum Tebing Tinggi- Medan, tepatnya di Dusun IV, Desa Pon, Kecamatan Sei Rampah.

Pencurian diketahui saat Awan mengecek pintu box belakang mobil Isuzu  box teronton sudah dalam keadaan terbuka.

Awan bersama rekannya langsung mengecek barang bawaannya di kantor cabang JNE Medan dan diketahui barang hilang berupa 1 karung sarang walet dengan berat 10 kg senilai Rp 35 juta rupiah, 1 karung tas dengan berat 12 kg senilai Rp10 juta sehingga total kerugian yang dialami pihak JNE senilai 45 juta rupiah.

Akibat kerugian tersebut pihak JNE Cabang Medan membuatkan surat kuasa untuk pengurusan laporan Polisi di Polres Serdang Bedagai sesuai Laporan Polisi Nomor :LP/150/V/2020/SU/RES SERGAI tangal 04 Mei 2020.

Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang kepada wartawan membenarkan penangkapan terhadap pelaku spesialis pencurian pemberatan (bajing loncat) tersebut.

“Pelaku sudah diamankan di Sat Reskrim Polres Serdang Bedagai untuk dilakukan proses hukum selanjutnya,” ujar Kapolres.

“Pelaku terpaksa dilakukan tindakan tegas dan terukur karena melakukan perlawanan saat dilakukan penangkapan,” sebutnya.

Kapolres juga menjelaskan, tersangka merupakan residivis bajing loncat dan pernah ditangkap terkait kasus bajing loncat pada 2015 dan menjalani hukuman 1 bulan penjara di lapas kelas II B Tebing Tinggi.

Kemudian pada 2016 kasus yang sama dengan vonis 8 bulan penjara dan 2017 juga kasus sama dengan vonis 7 bulan penjara serta pada 2019 juga dijalankan hukuman terkait kasus yang sama dengan vonis 8 bulan penjara.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 363 ayat 1 ke 3e, 4e, 5e dan ayat 2 dari KUHPidana dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (rm-04)