Lantik 46 Pejabat Eselon III, Gubsu Ingatkan Tentang Kejujuran dan Loyalitas

27292

Medan | rakyatmedan – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi melantik 46 pejabat eselon III di Pendopo Rumah Dinas, Jalan Jenderal Sudiman Nomor 41 Medan, Jumat (29/5). Dalam amanatnya, para aparatur sipil negara (ASN) diingatkan soal kejujuran dan keberanian serta loyalitas kepada pimpinan.

Turut hadir Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, Sekdaprov R Sabrina, Asisten Admum HM Fitriyus, Inspektur Lasro Marbun, Kadis Sosial Rajali, Kadisnaker Harianto Butar-butar, Plt Kepala BP2RD Riswan, Kepala BPBD Riadil Akhir Lubis, Kadis Lingkungan Hidup Binsar Situmorang, Kabiro Umum dan Perlengkapan Achmad Fadly, Kabiro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Hendra Siregar serta sejumlah pejabat lainnya.

Usai membacakan naskah pelantikan, Gubernur menekankan pentingnya memaksimalkan latar belakang pendidikan tinggi yang dimiliki. Dasarnya adalah integritas harus dimiliki setiap pejabat yang ada, sehingga bekerja demi rakyat.

“Setiap saya melantik, yang menjadi pertanyaan, sudah ada perubahan kah kinerja kita? Itu yang menjadi pokok setiap kali pelantikan, bukan sekedar seremonial. Untuk itu, tunjukkan integritas anda, pasti bisa,” ujar Gubernur.

Dirinya juga mengingatkan kepada pejabat yang dilantik untuk loyal kepada atasan dengan penuh tanggung jawab dalam mengerjakan tugas, kreatif, menanamkan prinsip jemput bola dan semangat meraih prestasi. Sebab jika tidak, maka akan berakibat kepada instansi hingga nama baik Pemerintah Povinsi (Pemprov) Sumut.

“Dengan kemampuan anda, harus bisa bekerja sama baik dengan atasan, rekan kerja serta menjadi teladan bagi bawahan. Saya sangat berharap ada perubahan signifikan, karena anda masuk di sini, ada seleksi pendidikan. Beda dengan Kami (bersama Wakil Gubernur),” sebut Edy.

Selain itu, Edy pun menekankan bahwa seleksi kecakapan bagi para pejabat merupakan faktor kunci dalam bekerja dan mengembang amanah. Hal itu bisa dilewati dengan beberapa syarat yang menjadi penekanan baginya, yaitu kejujuran.

“Karena gangguan ada di sana sini dan kita punya nafsu, tetapi Tuhan Maha Tahu. Saya sendiri belum tentu bisa menjamin diri sendiri, tetapi kembali saya ingatkan diri saya. Kalau kita sudah jujur, kita harus benar. Benar ini ada aturan main, karena pekerjaan anda semua itu penuh dengan aturan. Tetapi tidak kaku dalam penyelesaian, namun juga tidak boleh menyimpang dalam aturan,” tambah Gubernur.

Poin selanjutnya, kata Gubernur, adalah keberanian. Sebab jika kejujuran dan bekerja dengan benar sudah dilakukan, setiap pejabat harus berani menghadapi apapun. Serta dua kunci terakhir yakni bekerja dengan tulus dan ikhlas.

“Gangguan pasti ada, tantangan pasti ada, hambatan pasti ada. Jadikan peluang untuk kemajuan. Saya tuntut anda, jangan salahkan saya jika hari ini anda dilantik, minggu depan diganti, kalau anda tak pantas dan tidak patuh,” jelasnya.

Namun Edy tetap menekankan bahwa pejabat eselon III juga tidak bisa bekerja semaunya berdasarkan keinginan kepala dinas (pimpinan OPD). Karena itu, integritas menjadi hal penting baginya dengan prinsip juju, benar, berani, tulus dan ikhlas. (rm-06)