Resahkan Warga, Pemilik Senpi Ilegal Ditahan Kejatisu

309010

Medan I rakyatmedan-Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) menahan Joni, tersangka kepemilikan senjata api.

Penahanan tersangka itu setelah pihak Kejatisu menerima pelimpahan tahap dua (II) terhadap kasus tersebut.

“Ya benar, kami telah menerima pelimpahan dari penyidik Poldasu. Kepada tersangka langsung dilakukan penahanan, dan kami titipkan di Rutan Tanjung Gusta,” tandas Kasipenkum Kejatisu, Sumanggar Siagian, Selasa (30/6/2020).

Seperti diketahui, tersangka sempat mendapatkan penangguhan penahanan sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan.

Dengan penangguhan penahanan itu tersangka berkeliaran seolah kebal hukum sehingga membuat warga resah dan cemas dengan keberadaannya.

Seorang warga Amin (48), warga Brayan, Medan Barat mengaku merasa terima kasih kepada Kapoldasu yang sudah menangkap dan memproses hukum tersangka pemilik softgun ilegal yang selama ini meresahkan warga.

Amin mewakili warga sekitar tempat tinggalnya meminta kepada aparat penegak hukum untuk tidak lagi menangguhkan penahanan tersangka Joni.

“Kalau penahanannya ditangguhkan, tersangka dikhawatirkan mengulangi perbuatannya, melarikan diri dan menghilangkan barang bukti,” sebut Amin.

Sebelumnya, Subdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut melimpahkan tersangka pemilik softgun ilegal Joni (49), warga Kompleks Brayan City Blok B Jalan Pertempuran Kelurahan Pulo Brayan Kecamatan Medan Barat, berikut barang bukti ke pihak kejaksaan, kemarin.

“Kemarin sudah tahap 2 . Tersangka dan barang bukti sudah kita limpahkan ke JPU,” jelas Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan.

Joni ditangkap personel Subdit IV/Jatantas Ditreskrimum Polda Metro Jaya atas informasi masyarakat yang resah karena adanya seorang pria memiliki senjata softgun tanpa surat izin.

Di rumah Joni ditemukan barang bukti 1 unit senjata softgun jenis/merek KWC made in Taiwan seri 20114640, 1 buah magazen 1 tabung gas, 64 butir mimis (amunisi senjata) tanpa surat izin di kamar.

Guna proses hukum selanjutnya, tersangka dan barang bukti diserahkan ke Subdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut. (rm-04)