Rebut Senjata Petugas saat Ditangkap, Pengedar Sabu Ditembak Mati

1174910
SABU. Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko  Sunarko didampingi Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fachreza memaparkan pengungkapan kasus 2 kg sabu, Kamis (2/7/2020). 
SABU. Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko  Sunarko didampingi Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fachreza memaparkan pengungkapan kasus 2 kg sabu, Kamis (2/7/2020). 

Medan I rakyatmedan-Petugas Unit Reskrim Polsek Patumbak menembak mati pengendali narkotika jenis sabu berinisal Syafrizal Peranginangin (46), warga Jalan Lintas Duri RT XI, Kelurahan Bagan Besar, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai.

Tersangka terpaksa ditembak karena berusaha merebut paksa senjata petugas saat akan dilakukan pengembangan pengungkapan 2 Kg sabu ke Jalan Bajak II-H Medan.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko menyebutkan,
saat itu, tersangka minta turun dari mobil berpura-pura untuk buang air besar.

“Tapi, tersangka merusak borgol dengan paksa, sehingga tangan kanannya lepas dari borgol. Kemudian tersangka menyerang Brigadir Ali Harahap dengan menggunakan borgol hingga tangan kiri Brigadir Ali terluka,” ujar Kombes Pol Riko Sunarko, didampingi Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fachreza, Kamis (2/7/2020).

Riko menyebut, tersangka sempat bergumul dengan Birgadir Ali Harahap dan berusaha merebut senjata api miliknya.

Brigadir Ali lalu melakukan penembakan ke arah tersangka yang mengenai bagian dada sebelah kiri.

“Tersangka langsung kita larikan ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapatkan pertolongan, namun dalam perjalanan tersangka meninggal dunia,” sebut Riko.

Dikatakan Riko, selain Syafrizal, petugas juga turut menangkap tiga tersangka lainnya. Mereka adalah Heri Irwansyah alias Bombom (40), warga Dusun Bakti Karya, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.

Kemudian, Basri alias Apen (43) warga Komplek Vila Permata Indah Blok E No 10, Kelurahan Labuh Baru Barat, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Serta Taufik Hidayat (49), warga Jalan Gajah Mada Km 3 Gang Saudara, Kelurahan Talang Mandi, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkel, Riau.

Riko menyampaikan, penangkapan ini berawal saat tim gabungan Unit Reskrim Polsek Patumbak mendapat informasi akan ada pengiriman paket sabu dari Medan ke Batubara, Minggu (28/6/2020).

Tim kemudian melakukan pengejaran, dimana para tersangka menggunakan mobil Ford melaju menuju Batubara melalui jalan tol.

“Sekitar pukul 20.00 WIB, tim menangkap pelaku SPA dan Heri Irwansyah alias Bombom di parkiran RM 100 Indrapura, Kabupaten Batubara. Dari dalam mobil petugas menemujan 1 gram sabu,” ucap Riko.

Berdasarkan keterangan pelaku, sebut Riko, sabu itu diperoleh dari temannya di Medan.

Selanjutnya tim begerak menuju perumahan Kasa Visela Kecamatan Medan Amplas. Dari lokasi, petugas menangkap B alias A dan Taufik Hidayat.

“Saat digeledah, ditemukan satu kotak ukuran sedang dibalut dengan lakban kuning di dalam mobil Kijang Innova. Setelah dibuka, petugas mendapatkan 2 bungkus plastik teh kemasan Cina berisi sabu seberat 2 Kg. Para tersangka mengaku sabu itu hendak diantar ke Labuhanbatu Utara,” ungkap Riko.

Selain para tersangka dan barang bukti 2 Kg sabu, petugas turut mengamankan 1 unit mobil Ford warna putih plat BG 1197 CF, satu inuri mobil Kijang Innova warna silver plat BG 1295 CF, satu kaca pirex berisi sabu dan enam unit HP.

“Sabu itu dibawa para tersangka dari Malaysia-Riau-Dumai dan akan dipasok ke Labuhanbatu Utara. Para tersangka diganjar Pasal 114 (2) Subs Pasal 112 (2) Subs Pasal 132 (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkoktika dengan ancaman maksimal hukuman mati,” pungkas Riko.

Sementara, tersangka B alias A mengaku akan mendapatkan upah sebesar Rp 5 juta jika berhasil membawa sabu tersebut ke Labuhanbatu Utara. Ini adalah kali kedua dia menyelundupkan sabu, dimana yang pertama kali berhasil.

“Upahnya Rp 5 juta bang. Ini sudah kedua klai saya melakukan ini (nyelundupkan sabu),” ucapnya. (rm-02)