Melawan saat Disergap, Penjambret HP Jurnalis Ditembak

57383

Medan I rakyatmedan – Petugas Unit Reskrim Polsek Medan Kota meringkus tersangka penjambret handphone (HP) milik jurnalis lembaga kantor berita nasional di Medan.

Pria yang merupakan residivis, yakni Anugrah Ichsan Sibarani alias Agung (26), warga Jalan Armada Medan terpaksa diberi tindakan tegas terukur (tembak) bagian kakinya karena berusaha kabur dan melakukan perlawanan ketika disergap.

“Tersangka ini residivis dan melakukan perlawanan ketika kita tangkap hingga membahayakan keselamatan anggota. Tersangka kita tindak tegas,” tegas Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Ainul Yaqin, Senin (6/7/2020).

Kata Yaqin, tersangka telah mengakui aksinya merampas HP milik korban Nur Apriliana Boru Sitorus alias Nona (23) bersama seorang temannya berinisial SD yang kini sedang dalam pengejaran dan masuk daftar pencarian orang (DPO).

“Seorang pelaku lagi masih dalam pengejaran kita,” kata Yaqin.

Sementara, menurut korban, perampokan itu dialaminya sepulang menghadiri acara syukuran rekannya di Jalan Pasar VII, Tengah, Kecamatan Percut Seituan menaiki sepeda motor Honda Beat pada Sabtu (4/4/2020) lalu.

Dalam perjalanan, wanita asal Riau ini menggunakan Maps untuk menuntunnya pulang ke indekosnya.

“Kan pakai maps. Sampai di Simpang Jalan Halat, Mapsnya menuntun ke arah makam Pahlawan seperti putar balik gitu. Sesampainya di depan Showroom Daihatsu, Jalan Sisingamaraja saya berhenti mengecek maps,” urainya.

Namun, tiba-tiba dia dipepet dua pria tidak dikenalnya lalu salah satu diantaranya mengeluarkan benda tajam.

“Satu orang mengeluarkan seperti pisau. Sementara satu lagi jadi pengemudi. Mereka merampas HP saya dan kabur,” ungkapnya.

Selanjutnya, peristiwa itu dilaporkan ke Mapolsek Medan Kota dengan bukti lampiran, LP / 199 / IV / 2020 / Polsek Medan Kota.

Setelah melakukan penyelidikan sekira 3 bulan, akhirnya tim Reskrim Polsek Medan Kota mengendus keberadaan tersangka di Jalan Pelangi pada Sabtu (4/7/2020) malam.

Kemudian tersangka dibawa ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan luka tembaknya.

Dari tersangka, polisi juga menemukan barang bukti HP milik korban, yakni Xiaomi Note 7 warna hitam.

Tersangka merupakan resedivis dengan kasus Pemerasan dan Pengancaman (pasal 368 KUHP) dengan LP di Polsek Medan Kota sekitar Januari 2015 lalu

Dia menjalani hukuman penjara, dengan putusan hukuman 1 tahun 6 bulan. Lalu pelaku bebas sekitar bulan Juni 2016.

Pada Juli 2017 lalu, tersangka bersama rekannya bernama Ucok Nias pernah mencuri dua unit HP di kosan Jalan Turi (tidak ada LP). (rm-04)