Dampak Covid-19, Pertumbuhan Uang Elektronik di Sumut Melambat

43533

Medan I rakyatmedan-Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumut, Wiwiek Sisto Widayat mengatakan dampak pandemi Covid-19 pertumbuhan penggunaan Uang Elektronik ( UE) di masyarakat Sumatera Utara ( Sumut) mengalami perlambatan.

Berdasarkan data pada Mei 2020, kata Wiwiek total UE yang beredar di Sumatera Utara sebanyak 2,41 juta atau mengalami penurunan sebesar -15,90% (mtm) dibandingkan bulan sebelumnya.

” Adapun mayoritas UE yang beredar merupakan 79% server-based,” kata Wiwiek pada Bincang-Bincang Media (BBM), di Lt 7 Gedung Bank Indonesia Jalan Balai Kota Medan, Selasa (7/7/2020).

Dari sisi volume transaksi UE pada Mei 2020 juga terjadi penurunan sebesar -8,21% (mtm) dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Walaupun penurunan yang terjadi tidak sedalam bulan sebelumnya, permberlakuan kebijakan Work From Home (WFH) oleh sebagian besar perkantoran dan pembatasan kegiatan usaha seperti mall, rumah makan dan tempat-tempat hiburan selama periode Covid-19, kata Wiwiek nyatanya masih memperlambat pertumbuhan penggunaan UE tersebut di masyarakat.

Demikian pula halnya dari sisi perkembangan agen terjadi penurunan.

Disebutkannya jumlah agen layanan keuangan digital ( LKD) mengalami penurunan dari 20.870 pada April 2020 menjadi 20.277 pada Mei 2020.

Sementara dari sisi nominal transaksi melalui agen LKD di Mei 2020 mengalami sedikit peningkatan menjadi 41,8 M.

Wiwie menambahkan, di sisi lain, transaksi non tunai menggunakan kartu ATM/Debet dan Kartu Kredit pada Mei 2020 mengalami peningkatan, meskipun dari sisi jumlah kepemilikan kartu mengalami penurunan.

Untuk kartu ATM/Debet, dari sisi volume transaksi mengalami peningkatan sebesar 16,13% (mtm).

Sementara dari sisi nominal transaksi mengalami peningkatan sebesar 18,14% (mtm) dengan kontribusi nominal transaksi terbesar berasal dari penarikan tunai (50,78%).

Sedangkan volume transaksi Kartu Kredit pada Mei 2020 juga mengalami sedikit peningkatan sebesar 1,81% (mtm), meskipun dari sisi nominal transaksi mengalami penurunan sebesar -7,45% (mtm) dibandingkan bulan sebelumnya.( rm-04)