Poldasu dan BPK Koordinasi Ungkap Dugaan Korupsi Bansos Covid-19

78201

Medan I rakyatmedan – Dugaan penyelewengan dana bantuan sosial (Bansos) Covid-19 di Provinsi Sumut masih terus dilakukan penyelidikan Direktorat Reskrimsus Polda Sumut.

Direktur Reskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Rony Samtana mengakui kasus dugaan penyelewengan tersebut menjadi perhatian serius untuk mengungkap para pelakunya.

“Sejauh ini kami masih mendalami penyelidikan kasus dugaan bansos Covid-19 di beberapa daerah di Sumatera Utara dan belum ada penyidikan,” ujar Rony melalui telepon seluler, Senin (13/7/2020).

Menurutnya, dalam mengungkap kasus korupsi, perlu adanya koordinasi dengan pihak Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dan Badan Pengadaan Keuangan dan Pembangunan (BPK).

” Koordinasi itu untuk mencari atau mengaudit kerugian negara. Hari ini kita berkoordinasi dengan APIP dan BPKP. Jadi sabar ya, nanti pasti dikabari,” katanya.

Polda Sumut sudah mengantongi sejumlah daerah yang diduga melakukan penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) Covid-19 di Sumatera Utara.

Rony Samtana sebelumnya mengungkapkan, sudah ada 5 daerah yang diduga melakukan penyelewengan dana bansos Covid-19.

Kelima daerah tersebut yakni Medan, Siantar, Toba, Samosir, Deliserdang.

Dia memastikan penyidik Ditreskrimsus Polda Sumut sudah bekerja di lapangan untuk mengumpulkan bukti-bukti. Bahkan, telah memintai keterangan beberapa saksi-saksi.

Namun, ketika disinggung siapa saja saksinya terkhusus buat Kota Medan dan Siantar, mantan penyidik KPK ini enggan memberi komentar.

“Maaf kasusnya masih tahap penyelidikan. Sabar ya, nanti pasti disampaikan,” pungkasnya. (rm-04)