Wisuda USU di Tengah Pandemi, Orang Tua jadi “Rektor” Serahkan Ijazah

92592

Medan I rakyatmedan – Dalam situasi pandemi Covid-19 yang belum juga mereda, 981 lulusan Universitas Sumatera Utara (USU) diwisuda secara online atau daring, Senin (20/7/2020).

Pada wisuda periode III 2019/2020 ini merupakan yang pertama dalam sejarah USU jelang usia ke 68 tahun.

Lulusan USU yang diwisuda itu terdiri dari, program doctor sebanyak 31 orang, magister 154 orang, magister dan pendidikan dokter spesialis 6 orang, pendidikan dan dokter spesialis 16 orang, pendidikan dan dokter gigi spesialis 15 orang, dokter jenjang magsiter 21 orang, program profesi 151 orang, sarjana 575 orang dan diploma sebanyak 12 orang

“Suasananya agak mengharukan karena gedung auditorium yang biasanya penuh sesak, dengan wajah-wajah suka cita, tawa ria, kali ini semua itu tidak dapat disaksikan langsung. Justru semua kursi di ruangan kosong melompong,” ungkap Rektor USU Prof Dr Runtung SH MHum.

Bahkan penyerahan ijazah kepada wisudawan pun tidak dilakukan rektor, tetapi orang tua kepada masing-masing anaknya.

Penyelenggaraan wisuda dengan sistem daring atau online ini, kata rektor, mengingat belum dimungkinkannya kegiatan tatap muka dalam kerumunan yang dapat memicu lahirnya klaster baru penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat.

“Kondisi seperti yang kita hadapi saat ini tentu tak mudah untuk dilalui. Terlebih pada momentum wisuda yang biasanya dilalui dengan khidmat dan megah dalam ruangan, dilengkapi dengan segala atribut dan prosesi yang disambut dengan penuh sukacita sekaligus haru, baik para wisudawan dan wisudawati, orangtua, para dosen, pimpinan dan segenap civitas akademika USU lainnya,” tuturnya.

Begitupun, dalam kondisi dan situasi yang serba terbatas ini, rektor mengajak wisudawan tetap bersyukur karena akhirnya dapat melaksanakan wisuda meskipun melalui system daring atau online.

Rektor menegaskan USU juga terus bergerak dan berkontribusi dalam penanganan pandemi Covid-19 dengan melakukan beberapa hal yang menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak secara ekonomi.

Diantaranya memberikan bantuan sembako kepada keluarga besar USU dan masyarakat yang membutuhkan serta bantuan dana pembelajaran daring bagi para mahasiswa.

Selain itu, USU melalui Rumah Sakit USU juga melakukan berbagai upaya maksimal yakni dengan memberikan pelayanan kesehatan terhadap pasien Covid-19.

“Rumah Sakit USU saat ini telah memiliki laboratorium Swab yang dilengkapi dengan 4 unit PCR untuk melakukan tes Swab bagi pasien Covid-19 dan memiliki ruang isolasi khusus bagi pasien positif Covid-19,” sebutnya.

Di tengah situasi yang kurang kondusif, kata rektor, USU terus bergiat dan tidak berhenti dalam melakukan pembangunan sarana dan prasarana yang mendukung tercapainya kegiatan pendidikan yang berkualitas.

Selain itu menciptakan lingkungan yang mendorong pertumbuhan inovasi dan kreativitas di kalangan mahasiswa dan akademisi, serta melahirkan berbagai kebijakan yang berpijak pada percepatan ilmu pengetahuan dan penerapan teknologi dalam berbagai aspek.

Dikatakan rektor, kampus USU yang ada di Kwala Bekala saat ini sudah dilengkapi dengan gedung baru Fakultas Kehutanan dengan berbagai fasilitas pendukungnya yang siap digunakan.

Demikian pula dengan Wisma Internasional yang telah berdiri megah di areal kampus USU Padang Bulan dan akan segera difungsikan sesuai dengan tujuan pendiriannya.

Dalam kesempatan itu, rektor menyampaikan prestasi dan capaian terbaik USU yang diraih hingga Juli 2020 ini.

Disebutkan rektor, pada Februari 2018 USU telah berhasil meraih akreditasi A (unggul).

Selanjutnya pada Agustus 2019 USU telah berhasil masuk dalam Klaster I, berdasarkan Klasterisasi Perguruan Tinggi I Non Vokasi yang dilakukan oleh Kementerian Ristek Dikti

Sementara itu, kinerja di bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat juga mengalami peningkatan yang luar biasa.

Di bidang penelitian 2019 Lembaga Penelitian USU berhasil memperbaiki peringkatnya dari peringkat 51 pada tiga tahun sebelumnya menjadi peringkat 15, dan mendapat predikat Lembaga Penelitian Mandiri.

Demikian juga Lembaga Pengabdian Masyarakat USU berhasil naik dari peringkat 52 menjadi peringkat 7, yang berarti naik 45 peringkat.

Selanjutnya, pada 27 Mei 2020 yang lalu Menristek-BRIN mengumumkan pemeringkatan Science and Technology Index (SINTA) di mana USU berada di peringkat 5 setelah UI, UGM, ITB dan IPB, di mana posisi ini belum pernah dicapai sebelumnya.

Dari pengumuman ini diumumkan juga 500 peneliti terbaik dan 22 orang dosen USU masuk ke dalam 500 peneliti terbaik tersebut.

“Untuk peringkat 14 adalah Prof Dr Basyuni dari Fakultas Kehutanan USU,” kata rektor.

Kemudian, lanjut rektor, berdasarkan jumlah permohonan Patent ke Ditjend Kekayaan Intelektual Kemenkum-HAM 2019, USU juga masuk peringkat 7 dengan jumlah 96 permohonan dan yang terbit di tahun 2019 sebanyak 35 sertifikat Patent.

“Pemeringkatan lainnya yang sangat membanggakan kita semua adalah pemeringkatan berdasarkan jumlah publikasi ilmiah pada Jurnal Internasional Terindex Scopus, di mana pada tahun 2020 ini USU menduduki peringkat 10 dengan jumlah publikasi 5.053,” sebutnya.

Rektor menyatakan, sebagai upaya rintisan menuju internasional, USU juga terus memperbaiki peringkatnya dalam berbagai pemeringkatan internasional.

Hal itu dilakukan antara lain dalam pemeringkatan Webometric, saat ini USU berada di peringkat 8 di Indonesia atau peringkat 1.872 di dunia.

USU juga masuk pada peringkat 160 pada 200 Universitas Top di Asia (Top 200 Universitas di Asia).

Pada Februari 2018 USU meraih bintang tiga atas penilaian QS Rating dan Tim USU saat ini terus bekerja keras untuk masuk dalam penilaian QS Ranking.

“Dari segi pengelolaan keuangan selama 4 tahun, berturut-turut sejak kami menjalankan amanah sebagai Rektor pada Januari 2016, Kantor Akuntan Publik memberikan kualifikasi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” ucapnya.

Menurutnya semua prestasi dan capaian USU ini merupakan kerja keras dan dukungan dari seluruh unsur sivitas akademika, dosen dan mahasiswa, serta tenaga kependidikan USU.

Termasuk dukungan pendanaan dari Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kemenristek-BRIN, serta Kementerian lain yang terkait, Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Utara serta Dunia Usaha baik BUMN maupun swasta. (rm-04)