Buron Enam Bulan, Pelempar Molotov di Sunggal Diringkus Poldasu

122604

Medan I rakyatmedan – Pasca enam bulan jadi buronan, tersangka pelempar bom molotov ke sebuah mobil di Jalan Asam Kumbang, Sunggal, akhirnya berhasil diringkus Subdit III/Jatanras Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut.

Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Irwan Anwar melalui Kasubdit III/Jatanras, Kompol Taryono Raharja, Jumat (31/7/2020) menyebutkan, tersangka DS (36), warga Jalan Kesuma Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, disergap di tempat persembunyiannya Jalan Perjuangan, Desa Teladan Timur, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, Kamis (30/7/2020)

Disebutkannya, tersangka melakukan aksinya pada Januari lalu.

“Setelah melakukan aksinya, tersangka eksekutor bom molotov ini langsung kabur dan selalu berpindah-pindah tempat hingga ke Provinsi Riau,” kata Kompol Taryono Raharja.

Dijelaskannya, kasus pelemparan molotov ke mobil Avanza itu diungkap atas dasar LP/59/K/I/2020/SKPT Polsek Sunggal Restabes Medan, tanggal 27 Januari 2020, dengan pelapor Irfan Edward.

“Laporan kasus ini kita tarik dari Polsek Medan Sunggal,” terang Taryono.

Kepada penyidik, tersangka DS mengaku pada 26 Januari 2020 diajak Kompol Ambarita untuk melihat ladang di daerah Besitang Kabupaten Langkat.

Setelah itu, DS dan Kompol Ambarita begerak ke Hotel Amaliun Medan.

Pada 27 Januari 2020 sekira pukul 03.00 WIB, tersangka dan Kompol Ambarita ke Jalan Asam kumbang Sunggal.

Di Jalan Asam Kumbang, Kompol Ambarita menyuruh tersangka untuk membakar mobil Avanza putih. Sebelum dibakar, diakui mobil itu milik Kompol Ambarita.

“Tersangka kemudian membakar mobil tersebut menggunakan bensin yang dimasukkan ke dalam botol,” terangnya.

Setelah melakukan aksinya, Kompol Ambarita dan DS pulang ke rumah masing-masing. Keduanya kemudian tidak pernah berhubungan, apalagi setelah terlihat di TV Kompol Ambarita ditangkap dalam kasus pembakaran.

Kemudian DS menghubungi Boy (menantu Kompol Ambarita) menanyakan kerjaan.

Boy menawarkan kepada DD untuk bekerja di pembuatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera di Duri – Riau.

Selanjutnya, tersangka selalu berpindah tempat untuk bersembunyi dari kejaran petugas hingga ke daerah Kayu Aro Kabupaten Kampar – Riau.

Kendati demikian, sambung Taryono, petugas Subdit III/Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumut tidak pernah kendur dalam menyelidiki tersangka.

Hasilnya, pada Senin (27/7/2020) keberadaan tersangka diketahui di rumah mertuanya di Jalan Perjuangan, Desa Teladan Timur Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun.

“Tim Unit 2 Subdit  III/Jatanras Polda Sumut langsung bergegas dan berhasil mengamankan tersangka Dedi dari rumah mertunya,” pungkas mantan Waka Polres Tanjung Balai dan Pelabuhan Belawan tersebut.

Sementara, korban pembakaran mobil Rudolf Manurung mengucapkan banyak terima kasih kepada Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin dan Direktur Reskrimum, Kombes Pol Irwan Anwar Anwar, Kasubdit III/Jatanras, Kompol Taryono Raharja serta petugas di lapangan yang telah berhasil mengungkap kasus pelemparan molotov tersebut hingga tuntas.

“Saya sangat berterima kasih kepada Kapoldasu, Direktur Reskrimum dan Kasubdit Jatanras serta petugas di lapangan karena sudah berhasil menangkap otak pelaku dan eksekutor pelemparan bom molotov ke mobil saya,” katanya.

Dia berharap, para tersangka diganjar hukuman setimpal, sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Sebelumnya, personel Subdit III/Jatanras Polda Sumut meringkus seorang oknum perwira menengah (pamen) Bidang Dokter dan Kesehatan (Bid Dokkes) Polda Sumut, Kompol RHA karena terlibat pembakaran rumah/hotel di tepi Danau Toba di Desa Lumban Manurung Kelurahan Tuktuk Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir pada Juni 2018 lalu di Pekan Baru, Riau (5/2/2020). (rm-04)