Jaringan Independen Pemuda Indonesia, Melaksanakan Kupas Tuntas Omnibus Law

50709

Medan | rakyatmedan – Ditengah maraknya pro dan kontra omnibus law, Jaringan Independen Pemuda Indonesia (JIPI) melaksanakan diskusi untuk kupas tuntas Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja yang masih pro kontra tersebut.

Ari Rangkuti, Ketua JIPI mengatakan bahwa kegiatan ini dalam kerangka membedah RUU yang masih pro kontra ini.

“Kita mengkaji positif negatif dan kontribusi RUU tersebut terhadap masyarakat dan pekerja khususnya,” ujar Ari, Rabu (12/8/2020) di Medan.

Kegiatan yang bertema “Kontribusi UU Omnibus Law terhadap daya saing ekonomi di Sumatera Utara” dihadiri pembicara yakni, Palacheta Subianto selaku pelaku usaha/pengusaha, Purjatian Azhar Akademisi UIN-SU, Fredrick Akademisi USU dan Rahmad Koentjoro selaku pekerja.

Dalam diskusi tersebut Palacheta sebagai pengusaha mengatakan RUU tersebut penting dalam peningkatan investasi di Indonesia.

“Dan dapat menunjang daya saing pekerja kita agar semakin produktif,” katanya.

Purjatian selaku Sosiolog dari UIN-SU mengatakan RUU ini akan memberikan efek positif kepada kehidupan bermasyarakat, karena akan banyak mendatangkan investasi dan investasi akan menarik uang dari luar negeri masuk ke Indonesia. “Pasti langsung dirasakan masyarakat,” ujar Purja.

Seiring dengan Purjatian, Fredrick menyampaikan tidak yang sama. Namun harus ada regulasi untuk pengawasan penerapan UU tersebut.

“Seperti pencegahan praktik-praktik KKN, dan mempersempit ruang untuk praktek KKN,” jelasnya.

Kegiatan yang dilangsungkan di Teras Cafe tersebut dihadiri ratusan peserta yang di moderatori oleh Jamaludin dosen Kewarganegaraan Unimed. (rm-02)