KN SAR 224 Jakarta dan RIB 03 Jakarta tiba di lokasi dan menemukan serpihan yang diduga dari pesawat Lion Air JT 610 | Foto: Dok. Basarnas
KN SAR 224 Jakarta dan RIB 03 Jakarta tiba di lokasi dan menemukan serpihan yang diduga dari pesawat Lion Air JT 610 | Foto: Dok. Basarnas

Jakarta | rakyatmedan –  Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang hilang kontak di perairan Karawang, Senin (29/10) pukul 06.33 WIB. Pesawat type B737-8 Max itu memuat sebanyak 189 penumpang termasuk kru saat insiden tersebut.

Kronologi jatuhnya Lion Air disampaikan Kepala Badan SAR Nasional (Kabasarnas) Muhammad Syaugi dalam jumpa pers bersama KNKT di kantor Basarnas, Jakarta, Senin (29/10).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, berikut ini kronologi jatuhnya Lion Air JT 610:

Pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP berangkat dari Bandara Soekarno Hatta sesuai jadwal pukul 06.10 WIB. Pesawat dijadwalkan tiba di Bandara Depati Amir di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, pukul 07.10 WIB.

Namun, baru 13 menit usai lepas landas dari Bandara Soekarno–Hatta, Tangerang, Banten, pesawat dikabarkan jatuh pukul 06.20 WIB. Pesawat sempat meminta “return to base” sebelum akhirnya hilang dari radar.

Operator hilang kontak dengan pesawat pukul 06.33 WIB. Terakhir dilaporkan, pesawat Lion Air tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S – 107 07.16 E di wilayah perairan Karawang dengan ketinggian 2.500-an kaki.

Dalam penerbangan tersebut, pesawat membawa 178 penumpang dewasa, satu penumpang anak-anak dan 2 bayi dengan 2 Pilot dan 5 FA.

Kepala Basarnas M Syaugi mengatakan, menerima informasi hilang kontak dengan pesawat Lion Air JT 610 pukul 6.50 WIB.

Basarnas menerima laporan dari ATC bahwa pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang mengalami hilang kontak.

“Kalau kami lihat di peta, lost contact ada di atas sini (Karawang, Jawa Barat). Ini jaraknya kalau dari kantor SAR Jakarta 34 nautical mile. Kalau Tanjung Priok 25 nautical mile. Kalau dari Tanjung Karawang 11 nautical mile. Jadi tidak terlalu jauh. Kami dapat informasi bahwa pesawat itu lost contact di ketinggian 2.500 saat itu,” kata Syaugi.

Setelah mendapat informasi itu, tim SAR Basarnas melakukan konfirmasi ke Lion Air dan ATC.

“Konfirmasinya bahwa pesawat itu terbang dan lost contact sehingga kami berangkatkan armada, baik kapal laut, tim, dan helikopter,” ujar dia.

Menurut dia, tim SAR Basarnas antara lain menemukan puing-puing pesawat, pelampung, dan handphone.