Ambisi Pendayung Rinaldi Tembus PON Sumut-Aceh Bawa Harum Sumut

106543

Medan I rakyatmedan-Pelajar lulusan SMK Bahari Hangtuah Belawan ini merupakan atlet pendatang baru di cabang olahraga (Cabor) dayung kota Medan.

Saat ini, pendayung bernama lengkap Rinaldi Pratama ini telah menggeluti olahraga air ini sejak usia 14 tahun.

Prestasi yang telah diraihnya membuat anak pertama dari tiga bersaudara ini menjadi atlet binaan KONI Medan yang diprogramkan untuk menjadi atlet dayung pada PON XXI/2025 Sumut-Aceh.

Prestasi perdana diraih anak dari Iksan Hadi dan Ervina Yunita  Sinaga dengan torehan prestasi pada ajang Porwil Kota Medan 2020 dengan meraih 2 emas  pada pertandingan Kayak 1 (K1) jarak 200 meter dan 500 meter.

“Saya sanggat bersyukur dengan apa yang saya raih pada ajang Porwil Kota Medan tahun ini. prestasi yang diraih membuat keluarga bangga. Saya memiliki cita-cita ingin menjelajahi dunia lewat prestasi dayung”, ujar Rinaldi, Kamis (20/8/2020)

Atlet di bawah binaan pelatih Ita Angraini menjelaskan keberhasilan yang diraih pada ajang adu prestasi atlet Medan merupakan sebuah hasil kerja keras yang menghasilkan 2 medali emas dan sangat membanggakan karena bisa mengalahkan pendayung kecamatan lainnya.

“Saya sangat puas dengan pencapaian prestasi yang telah diraih. Tentunya berkat dari dukungan dan doa kedua orang tua dan pelatih yang selalu memantau dan memberikan motivasi serta semangat untuk bertanding,” jelas pendayung yang dilahirkan 3 Maret 2003 ini.

Atlet yang memiliki tinggi 163 cm dan berat badan 62 kg ini sangat menggemari olahraga dayung karena penuh dengan tantangan dan menguji adrenalin, namun menjanjikan prestasi bila terus ditekuni dan giat latihan.

Olahraga air ini mulai tekuni awal tahun 2019, hingga saat ini  telah meraih 6 medali emas.

Rinaldi mulai mendayung saat usianya masih 14 tahun. Besar di daerah Belawan membentuk cowok yang dilahirkan 17 tahun silam ini yang saat itu bergelut dengan koli-koli sejenis sampan tradisional terbuat dari kayu untuk memancing maupun sekadar bermain di perairan kampung halamanya.

Terbentuk bakat alami bagi diri Rinaldi sebagai pendayung, hingga akhirnya mengantarkanya menjadi pendayung handal hingga menjadi modal utamanya mengukir prestasi dalam tingkat kota Medan.

Dia berharap ajang prestasi antar atlet kota Medan yang digulir setiap tahunnya menambah pengalaman dan jam terbang serta modal untuk menembus arena yang lebih akbar lagi, tentunya pentas olahraga nasional yang digulir empat tahun sekali.

“PON XXI di Sumut-Aceh 2025 menjadi target utama yang tidak boleh dilepas begitu saja sebagai atlet. Sebagai atlet dayung Kota Medan memiliki tekad untuk membawa harum nama Sumut di pesta olaharaga tanah air tersebut”. tutup pengidola Sebastian Brandle ini. ( rm-04)