Basarnas menetapkan masa evakuasi penumpang pesawat Lion Air JT 610 dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat selama tujuh hari sejak hari ini. Masa evakuasi ini akan diperpanjang jika waktu dirasa belum cukup. | Foto: istimewa
Basarnas menetapkan masa evakuasi penumpang pesawat Lion Air JT 610 dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat selama tujuh hari sejak hari ini. Masa evakuasi ini akan diperpanjang jika waktu dirasa belum cukup. | Foto: istimewa

Jakarta | rakyatmedan – Basarnas menetapkan masa evakuasi penumpang pesawat Lion Air JT 610 dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat selama tujuh hari sejak hari ini. Masa evakuasi ini akan diperpanjang jika waktu dirasa belum cukup.

“Evakuasi selama tujuh hari dan nanti bisa diperpanjang tiga hari,” kata Deputi Operasi Basarnas, Nugroho Budi W di Gedung Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (29/10).

Nugroho Budi mengatakan penyelaman sedang dilakukan. Cuaca di lokasi saat ini bagus.

“Cuaca sekarang ini cukup bagus, hanya mendung-mendung sedikit saja, tapi masih bisa kita ini kan. Arusnya mungkin yang agak kenceng, arus di bawah ya,” ujarnya.

Saat ini, Basarnas telah menerjunkan 150 personel ke lokasi jatuhnya pesawat Lion Air. Basarnas juga dibantu anggota TNI dan Polri sebanyak 150 orang.

Nugroho menjelaskan, proses evakuasi ini juga dibantu nelayan yang sedang berada di sekitar perairan Tanjung Karawang.

“Total ada 300-an personel dan akan ditambah lagi untuk mempercepat evakuasi dan nelayan-nelayan ikut bergabung juga,” sebutnya.

Dia menambahkan jika telah ditemukan, korban akan dibawa ke posko Basarnas yang ada di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Lalu, korban akan dibawa ke RS Polri Kramat Jati.

“(Akan dibawa) Di posko kita yg JICT 2 tadi, Tanjung Priok, terus nanti dari situ akan dibawa ke Rumah Sakit Polri di Kramat Jati,” tuturnya.