Ambisi Julius Menuju PON Sumut Aceh dengan Giat Latihan

50569

Medan I rakyatmedan-Peraih penghargaan petinju favorit Kejurda Youth Binjai 2015 ini memiliki ambisi untuk berlaga di pentas nasional kejuaraan tinju bertajuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Sumut-Aceh, 2025 mendatang.

Mantan atlet binaan KONI Medan ini terus menempa diri dan terus melakukan latihan di bawah binaan pelatih Nazaruddin Lubis.

“Sebagai atlet tinju tentunya berkenginan keras untuk mencapai prestasi dan bermimpi untuk lolos ke ajang bergengi pesta olahraga yang diselenggarakan empat tahun sekali, yakni Pekan Olahraga Nasional (PON),” ujar Julius Sibarani di Medan, Jumat (2/10/2020).

Petinju asal sasana De Leon Medan ini mendapat dukungan orang tua untuk terus meggeluti ilmu bela diri tinju. Apalagi dirinya telah meraih beberapa prestasi dengan  perjuagan yang keras bukan semudah membalikkan telapak tangan.

Untuk mencapai target PON tersebut, peraih medali Emas Kejurda youth Binjai 2015 ini terus fokus latihan bersama teman satu atlet. Latihan digeber di halaman Gelanggang Remaja Jalan Sutomo Ujung Medan, mulai Senin hingga Sabtu, setiap sore.

Keperkasaaan di atas ring membuat lawan-lawan menjadi ciut nyali. Dalam setiap pertandingan dirinya tampak beringas dan lawan yang dihadapinya langsung TKO, sehingga dirinya tampil sebagai yang terbaik di kelasnya.

Petinju yang dilahrikan 20 tahun silam ini menuturkan untuk menuju impian itu, tentunya dibutuhkan latihan keras dan displin.

Apalagi menuju PON XXI harus melewati seleksi antar petinju Sumut untuk dikelasnya masing-masing. Sebagai tuan rumah, tentunya atlet Sumut tidak lagi mengikuti seleksi Pra PON.

Seleksi antar petinju Sumut, tentunya harus berjuang sampai pukulam terakhir untuk menaklukkan lawan, jika ingin lolos ke PON XXI.

Disebutkannya dalam pertandingan di atas ring tak pernah menganggap enteng lawan, semua lawan yang dihadapi merupakan lawan terberat.

“Sebagai petinju Medan yang disegani lawan harus mampu untuk menjinakkan lawan dari daerah lain. Apalagi persaingan untuk menuju PON merupakan impian semua atlet tinju di Sumut maupun di luar Sumut,” papar Sulung dari tiga bersaudara ini.

Cowok jomblo ini menjelaskan adu gengsi para petinju tentunya akan tampak dalam arena  seleksi para petinju se-Sumut.

Tentunya, para atlet tinju yang ada di Sumut telah mempersiapkan dirinya masing-masing untuk tampil maksimal.

“Untuk mengatasi hal tersebut, meskipun waktunya masih lemah harus curi start dengan melakukan latihan rutin lima hari dalam seminggu”. terangnya.

Petinju yang dilahirkan di Medan ini memaparkan latihan ini bertujuan untuk menjaga stamina dan fisik, pukulan keras terhadap lawan yang dapat memberikan nilai saat bertanding, melindungi diri pukulan lawan, dan tentunya dengan tehnik dan skil harus dijiwai serta pikiran harus tetap berjalan untuk mencari kelemahan lawan.

Setelah sukses di even pertama terus mendapat genjotan dari pelatih untuk terus melatih diri dengan tehnik pukulan, melindungi serangan lawan, fisik dan teratur menjaga berat tubuh.

Fisik merupakan faktor utama yang harus di jaga para petinju. Pasalnya, setiap kali melakukan pukulan kearah lawan, berarti seorang petinju telah mengalami kekurangan  daya tahan tubuh. Padahal dalam pertandingan tinju amatir hanya tiga ronde dalam setiap ronde 3 menit, namun tenaga telah terkuras

“Stamina dan fisik merupakan kondisi yang harus tetap terjaga dengan baik bagi seorang petinju” tutupnya. (rm-04)