Stok Minim, Bawang Putih asal Tiongkok Penyebab Deflasi

63404

Medan I rakyatmedan-Indeks Harga Konsumen ( IHK) di Sumut September 2020 tercatat deflasi -0,01% (mtm), turun dari bulan sebelumnya yang tercatat inflasi 0,06% (mtm).

“Realisasi inflasi ini lebih tinggi dari inflasi Sumatera dan Nasional,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara (Sumut) Wiwiek Sisto Widayat pada Bincang Bareng Media (BBM) di kantor BI Sumut Jalan Balai Kota Medan, Selasa (6/10/2020).

Wiwiek menyebutkan deflasi utama bersumber dari kelompok transportasi didorong penurunan tarif angkutan udara juga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat di Jakarta menahan mobilitas penduduk sehingga tarif transportasi menurun.

Selain itu deflasi tertahan kenaikan harga bahan makanan seperti bawang putih, ikan asin teri, dan minyak goreng.

“Adanya peningkatan harga bawang putih disebabkan stok yang minim seiring dengan belum masuknya bawang putih impor asal Tiongkok juga merupakan salahsatu penyebab deflasi,” ungkap Wiwek didampingi Wakil Kepala Kantor BI Sumut Ibrahim dan Kepala Grup Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah BI Wilayah Sumut Andiwiana Septonarwanto.

Demikian juga dengan harga ikan meningkat didorong keterbatasan pasokan akibat cuaca kurang mendukung bagi nelayan untuk beraktivitas melaut.

Di samping itu, lanjutnya harga minyak goreng naik sejalan dengan kenaikan harga CPO di pasar internasional.

Medan Deflasi

Secara spesial deflasi terjadi di Medan (-0,05 % mtm) Padangsidimpuan deflasi 0,12 % mtm) sementara tiga kota lainnya inflasi, yaitu Sibolga dan Pematangsiantar sebesar 0,29 persen serta Gunung Sitoli sebesar 1,00 persen.

Wiwiek lebih lanjut merincikan
angkutan udara memicu deflasi di Medan, Sibolga, dan Gunungsitoli sementara aneka cabai menjadi penyumbang deflasi di seluruh kota kecuali Pematangsiantar.

Upaya TPID

Dalam upaya menjaga kestabilan harga, kata Wiwiek TPID melakukan koordinasi rutin dengan beberapa langkah pokok sesuai 4K (Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, Keterjangkauan Harga, Komunikasi yang Efektif)

Pada ketersediaan pasokan itu
disebutkannya PT Dhirga Surya telah memperoleh sertifikat Persetujuan Pengelola Sistem Resi Gudang (SRG) di Sergei dari Bapepti pada 29 Juli 2020. PKS antara Pemkab Sergei dan PT Dhirga Surya dalam proses review untuk ditandatangan.

PT Dhirga Surya dalam proses penjajakan dengan BRI untuk kerjasama pengelolaan SRG.

Selain itu Pemkab Langkat dalam proses pengajuan untuk optimalisasi SRG di Kab. Langkat.

PT AIJ telah melakukan penjajakan untuk pengadaan CAS, feasibility study dan kelengkapan lainnya telah tersedia.

Pengajuan kredit ke BRI sudah mulai dilakukan namun hasil asesmen dari pihak BRI kurang menarik dan usulan agar pengadaannya CAS dapat di-cover dari APBD

Pada langkah kelancaran Distribusi dengan adanya draft MoU KAD antara Pemprov Sumut dengan Pemko Batam dan Pemko Tj. Pinang serta draft PKS antara Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok Kota Batam (ADBKB) dan PT AIJ telah diserahkan kepada Biro Perekonomian dan Biro Otda untuk diproses lebih lanjut (2 Sept 2020)

Sebagai tindak lanjut, pada 29 September telah dilakukan pembahasan lanjutan MoU dimaksud.

Untuk keterjangkauan harga PT AIJ telah memperoleh SK penugasan dari Gubsu sebagai BUMD yang berperan dalam stabilisasi harga. Saat ini dalam proses pengajuan untuk PT Dhirga Surya.

Langkah yang terakhir dengan adanya komunikasi yang efektif.

” Kampanye belanja bijak atau tidak menimbun barang serta belanja online melalui radio dan media informasi lainnya juga bisa menjaga kestabilan harga,” papar Wiwiek. ( rm-04)