Wiwiek: BI Perlu Impor Mesin Canggih Pendeteksi Uang Palsu

Sibolangit,I rakyatmedan– Masih maraknya peredaran uang palsu ( palsu) di Sumatera Utara mendapat perhatian dari Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Wiwiek Sisto Widayat.

Menurutnya berdasarkan data-data yang ada peredaran upal tersebut akan meningkat saat jelang pemilihan kepala daerah ( pilkada).

“Pada Agustus 2020 ini saja terjadi peningkatan peredaran upal seiring ditemukannya sebanyak 872 lembar uang palsu di Sumut,” kata Wiwiek pada pelatihan wartawan ekonomi dan bisnis Medan di The Hill yang digelar 2 hari (4 dan 5 Nopember 2020.

Menurutnya penemuan upal tersebut selain berasal dari setoran perbankan dan laporan masyarakat juga temuan pihak kepolisian.

Wiwiek mengakui, masalah itu terjadi akibat pihak perbankan di daerah ini belum memiliki mesin yang bisa mendeteksi sedatail mungkin uang palsu.

Hal itu menjadi kendala dalam upaya meminimalisir peredaran upal tersebut. Bahkan katanya mesin detektor upal milik BI juga masih lemah.

Menurutnya BI perlu memiliki mesin pendeteksi uang palsu yang bisa meneliti keakuratannya.

“Kita belum punya alat deteksi yang canggih. Jadi harus mengimpornya untuk mensensor uang palsu,” ungkap Wiwiek.

Disebutkan Wiwiek, untuk meminimalisir agar tidak ada peningkatan jumlah uang palsu, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kepolisian.

Selain itu juga BI terus melakukan sosialisasi mengenai ciri-ciri keaslian uang rupiah guna mengantisipasi dan menekan peredaran uang palsu.

“Namun karena saat ini masih pandemi Covid-19, jadi belum bisa dilakukan sosialisasi kas keliling tapi bisa via radio,” ujar Wiwiek.

Terhadap tindak kejahatan itu menurut Wiwiek pihak perbankan tidak bisa menangkap pelakunya tapi mensosialisasikannya serta
mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dalam mencermati keaslian uang rupiah. .( rm-04)