Agustus 2020, Pengangguran di Sumut Capai 508 Ribu Orang

Medan | rakyatmedan- Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara mencatat Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Agustus 2020 sebesar 6,91 persen atau sebanyak 508 ribu orang

“Bearti terjadi peningkatan pengangguran mencapai 1,52 persen poin atau meningkat sebesar 109 ribu orang dibandingkan Agustus 2019,” kata Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Sumut, Mukhamad Mukhanif, Sabtu (6/11/2020).

Mukhamad Mukhanif dalam keterangannya melalui video conference menyebutkan, jumlah angkatan kerja pada Agustus 2020 sebanyak 7,35 juta orang, turun 61 ribu orang dibanding Agustus 2019.

Sejalan dengan penurunan jumlah angkatan kerja itu, maka Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga turun sebesar 1,70 persen poin.

Dijelaskannya, penduduk yang bekerja tercatat sebanyak 6,842 juta orang, turun sebanyak 170 ribu orang dari Agustus 2019.

Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase adalah Sektor Perdagangan (0,86 persen poin) dan Jasa Lainnya (0,37 persen poin).

Sedangkan sektor lain mengalami penurunan, terutama Sektor Jasa Pendidikan (0,46 persen poin), Industri Pengolahan (0,35 persen poin), dan Jasa Perusahaan (0,33 persen poin)

Mukhamad Mukhanif juga menyebutkan sebanyak 4,079 juta orang (59,62 persen) bekerja pada kegiatan informal, naik 4,63 persen poin dibanding Agustus 2019.

“Selama setahun terakhir ini (Agustus 2019–Agustus 2020), persentase pekerja formal turun sebesar 4,63 persen poin. Sedangkan persentase pekerja setengah penganggur naik sebesar 2,73 persen poin, dan persentase pekerja paruh waktu naik sebesar 3,22 persen poin,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan Mukhamad Mukhanif, sejak Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi pada Maret 2020 , Indonesia tidak hanya mengalami masalah kesehatan namun juga timbul di semua aspek dalam kehidupan ikut terdampak termasuk perekonomian.

Data di BPS dari penduduk usia kerja yang mencapai 10,703 juta terdapat 1,23 juta orang terdampak Covid-19 atau 11,51 persen.

Terdiri dari pengangguran karena Covid-19 (107 ribu orang), BAK karena Covid-19 (39 ribu orang), sementara tidak bekerja karena Covid-19 (64 ribu orang), dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 (1,02 juta orang).

“Secara total, jumlah laki-laki yang terdampak Covid-19 lebih besar dibandingkan perempuan. Penduduk usia kerja yang terdampak di perkotaan sebesar 14,24 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan di perdesaan, yakni 7,98 persen,” ungkapnya.

Disebutkannya seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk d Sumut, maka penduduk usia kerja juga mengalami tren yang cenderung meningkat.

Penduduk usia kerja mengalami kenaikan dari 10,532 juta orang pada Agustus 2019 menjadi 10,703 juta orang pada Agustus 2020.

”Sebagian besar penduduk usia kerja yaitu 68,67 persen atau 7,35 juta orang merupakan angkatan kerja, terdiri dari 6,842 juta orang penduduk bekerja dan 508 ribu orang pengangguran,” bebernya.

Didominasi Lulusan SD

Dikatakannya, saat ini, penduduk bekerja masih didominasi mereka yang berpendidikan SD ke bawah yaitu sebanyak 26,86 persen pada Agustus 2020.

Sedangkan tenaga kerja yang berpendidikan tinggi yaitu Diploma dan Universitas hanya sebesar 12,46 persen pada Agustus 2020

Dibandingkan dengan Agustus 2019, kontribusi pendidikan pada penduduk bekerja mengalami penurunan pada pendidikan SD ke bawah (1,53 persen poin), Universitas(0,38 persen poin), SMA Kejuruan (0,35 persen poin) dan DI/II/III (0,08 persen poin).

Sedangkan penduduk bekerja dengan pendidikan SMA, dan SMP mengalami peningkatan, dengan peningkatan terbesar pada pendidikan SMA sebesar 1,79 persen poin. (rm-04)