Satu jenazah korban Lion Air telah berhasil teridentifikasi melalui pemeriksaan sidik jari korban. Di mana sidik jari korban telah dicocokan dengan sidik jari yang terekam pada KTP Elektronik korban | Foto: istimewa
Satu jenazah korban Lion Air telah berhasil teridentifikasi melalui pemeriksaan sidik jari korban. Di mana sidik jari korban telah dicocokan dengan sidik jari yang terekam pada KTP Elektronik korban | Foto: istimewa

Jakarta | rakyatmedan –  Satu jenazah korban Lion Air telah berhasil teridentifikasi melalui pemeriksaan sidik jari korban. Di mana sidik jari korban telah dicocokan dengan sidik jari yang terekam pada KTP Elektronik korban serta sidik jari yang ada di berkas-berkas korban lainnya.

Ialah perempuan 24 tahun bernama Jannatun Cintya Dewi. Ketika jasadnya ditemukan, kondisinya masih tergolong baik, sehingga sidik jari dari tangan kanannya masih dapat terbaca dengan baik. Terlebih sidik jari dari jari telunjuk dan jari kelingkingnya.

“Database kita kalau sudah E-KTP sudah bisa dimunculkan dan diperbandingkan seperti ini. Mana kala ditemukam kesamaan dari dua sidik jari, ada 12 titik, ini sudah 12 titik persamaan sidah dipastikan identik,” ujar Kapusinafis Bareskrim Polri Brigjen Hudi Suryanto, di RS Polri Kramat Jati, Jalarta Timur, Rabu (31/10).

Hal ini telah dikonfirmasi ke pihak keluarga korban, yakni orangtua korban. Kini jenazah masih berada di RS Polri dan tengah proses untuk diberikan kepada keluarganya.

Jannatun merupakan warga Desa Suruh RT 01 RW 01 Kecanatan Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur. Perempuan tersebut merupakan salah seorang staf Kementrian ESDM Jakarta.

Saat menumpang pesawaat naas Lion Air JT 610, korban diketahui tengah mengemban tugas dari kantornya.

Tim forensik Polri sebelumnya sudah mendapatkan 152 sampel DNA. Pemeriksaan dilakukan melibatkan lebih dari 10 dokter forensik.

Pencarian bangkai pesawat Lion Air yang jatuh di perairan Karwang, Senin (29/10) masih dilakukan. Jumlah penumpang dan kru pesawat Lion Air sebanyak 189 orang.