Inovasi Indonesia AI Summit 2020, Booth Huawei Terpilih Paling Interaktif

68554

Medan I rakyatmedan– Gelaran Inovasi Indonesia AI Summit 2020 ditutup secara resmi oleh Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc., Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada Jumat sore (13/11/2020).

Bersamaan dengan ditutupnya konferensi tingkat tinggi kecerdasan artifisial pertama dan terbesar di tanah air yang mendapat kunjungan dari lebih 22.600 orang tersebut yang digelar selama empat hari secara virtual, Huawei Indonesia memperoleh penghargaan untuk kategori “Most Interactive Booth”.

Dalam keterangan tertulis diterima rakyatmedan, Sabtu (14/11/2020) disebutkan, selain membangun booth virtual interaktif, Huawei juga memperkenalkan platform mutakhir the Intelligent Twins.

Dengan berbasis pada the Intelligent Twins, baik pelanggan maupun mitra Huawei dari berbagai sektor di Indonesia, dapat membangun solusi-solusi cerdas guna mendukung akselerasi transformasi di bidang kecerdasan serta mengantisipasi beragam skenario pemanfaatan teknologi kecerdasan.

Selain sebagai wujud komitmen jangka panjang Huawei dalam terus mendukung kemajuan TIK Indonesia sejak kehadirannya di tanah air pada 20 tahun silam, kehadiran platform mutakhir dari Huawei ini disampaikan sebagai dukungan terhadap semangat sinergitas dan inovasi yang diusung oleh penyelenggara Inovasi Indonesia AI Summit 2020.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Prof. Bambang P.S. Brodjonegoro, Ph.D menyampaikan bahwa peran teknologi sangat penting untuk mewujudkan visi Indonesia pada tahun 2045, yaitu menjadi negara berpendapatan tinggi.

Menristek/Kepala BRIN yang dijuluki Menteri Inovasi ini juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi berbagai pihak agar pemanfaatan Kecerdasan Artifisial lebih optimal dan sejalan dengan rencana pembangunan.

Disebutnya Indonesia telah bertekad untuk menjadi negara berpendapatan tinggi berbasis riset dan inovasi pada tahun 2045.

Peran teknologi digital mutakhir, salah satunya adalah teknologi Kecerdasan Artifisial, sangat krusial sebagai faktor fundamental dalam mewujudkan misi tersebut.

” Kami menyadari misi besar tersebut hanya akan dapat terwujud melalui sinergi yang saling mendukung antar pemangku kepentingan, yang terdiri dari pemerintah, pelaku industri, akademia, dan komunitas,” katanya.

Sinergi dan kolaborasi ini menurutnya juga diperlukan agar pemanfaatan Kecerdasan Artifisial (AI) lebih optimal dan sejalan dengan rencana pembangunan.

“Kami menyambut baik komitmen dan peran aktif Huawei Indonesia dalam mendukung terwujudnya misi bangsa, termasuk partisipasinya dalam gelaran strategis ini,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Dr Ir Hammam Riza MSc dalam kata sambutannya menjelaskan BPPT saat ini sedang mengembangkan Pusat Inovasi Kecerdasan Artifisial (AI).

Pusat inovasi AI tersebut diharapkan dapat mendukung Indonesia menjadi negara maju, adil dan makmur yang didorong oleh inovasi, dan makin kompetitif ditengah persaingan era industri 4.0 dan digitalisasi saat ini.

Dijelaskannya tujuan dari Inovasi Indonesia AI Summit 2020 antara lain adalah menunjukkan pada masyarakat dunia tentang kemampuan produk Inovasi Indonesia dalam kecerdasan artifisial, serta mendapatkan informasi perkembangan global keilmuan kecerdasan artifisial dengan menghadirkan pembicara dari mancanegara.

Konferensi ini juga diselenggarakan untuk memperoleh peta kekuatan pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial di Indonesia.

Selain itu mensosialisasikan dokumen Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial 2020-2045, serta untuk memperoleh berbagai masukan untuk penyempurnaan dokumen Strategi nasional Kecerdasan Artifisial.

” Untuk itu, kami memberikan apresiasi atas partisipasi dan kontribusi Huawei Indonesia dalam turut memberikan edukasi tentang inovasi terbaru berbasis kecerdasan artifisial yang dikembangkannya yang bermanfaat dalam makin memahami pemberdayaan kecerdasan artifisial untuk kepentingan strategis,” ujar Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc.

Terkait dengan arsitektur Intelligent Twins yang diperkenalkan di ajang ini, Joy Huang, Vice President Huawei Cloud & AI Business Group juga turut memberikan sambutannya.

Dalam paparannya yang bertema “Building All-Scenario Intelligence with Intelligent Twins” mengatakan, saat ini industri sedang bertransformasi dari ‘go cloud’ menjadi ‘go intelligent’. Inovasi AI tidak lagi terbatas pada satu skenario tunggal.

Adapun tren yang berlaku sekarang adalah bagaimana kecerdasan artifisial mampu mengantisipasi semua skenario.”

Intelligent Twins mendayagunakan cloud sebagai fondasi dan kecerdasan artisifisial sebagai intinya.

Melalui kolaborasi di seluruh cloud, jaringan, edge, dan perangkat, Intelligent Twins memungkinkan sistem terbuka yang cerdas mampu melakukan persepsi semua dimensi, kolaborasi semua domain, penilaian yang tepat, dan evolusi berkelanjutan, serta mampu memberikan pengalaman cerdas bagi masyarakat, kota dan tatakelolanya, dan perusahaan di semua skenario.

Berfondasikan pada Intelligent Twins, Huawei akan berkolaborasi bersama mitra-mitranya dalam mempercepat terlaksananya pembaruan teknologi kecerdasan di sektor bisnis maupun pemerintahan, dalam perluasan jangkauan pasar, serta turut mendukung peningkatan-peningkatan pada pengadopsian di lini industri software maupun layanan.

Selain itu, langkah ini diharapkan akan dapat membuka seluruh potensi pasar blue ocean di industri komputasi edge.

Joy Huang juga membagikan pendekatan Huawei untuk membangun Intelligent Twins.

Huawei percaya bahwa basis cloud hybrid, pemberdayaan kecerdasan artifisial dan ekosistem terbuka adalah tiga kunci untuk membangun Intelligent Twins yang tangguh.

Di dalam Intelligent Twins, Cloud dan kecerdasan artifisial adalah teknologi yang penting untuk hub yang cerdas.

Sejauh ini, Huawei dan mitranya telah menghadirkan Intelligent Twins di lebih dari 600 proyek dan mengembangkan Intelligent Twins ke berbagai industri, seperti pemerintah dan utilitas publik, transportasi, industri, energi, keuangan, perawatan kesehatan, dan penelitian ilmiah.

Teknologi AI telah dimasukkan ke dalam 11 proses bisnis utama Huawei dan diterapkan dalam 200 skenario, termasuk R&D, manufaktur, penjualan, dan pasokan.

Huawei juga telah membina 8.000 karyawan digital untuk menangani skenario volume data massal, operasi berulang, dan persyaratan kompleks. (rm-04)