BPJamsostek Sumbagut Cairkan Rp 1,3 Triliun JHT selama Pandemi

Medan Irakyatmedan- Selama pandemi Covid-19, BPJS Ketenagakerjaan Sumatera bagian utara (Sumbagut) mencairkan Rp1,3 triliun untuk pembayaran Jaminan Hari Tua (JHT).

“Dana tersebut mengalami peningkatan seiring meningkatnya jumlah tenaga kerja yang mengalami PHK,” kata Deputi Direktur Wilayah BPJamsostek Sumbagut Panji Wibisana, Rabu (2/12/2020)

Disebutkannya peningkatannya luar biasa ini karena rata-rata di atas 10 ribu peserta mengajukan klaim setiap bulannya.

Dari dana pembayaran klaim JHT itu diberikan kepada 119.575 tenaga kerja hingga September 2020.

“Kami berharap pada November jumlah klaim ini akan berangsur turun. Hal ini sejalan dengan beberapa badan usaha sudah kembali melakukan penerimaan tenaga kerja,” ujarnya

Menurut Panji klaim JHT memang mengalami kenaikan. Namun bisa saja ini bukan hanya klaim dari tenaga kerja di Sumut. Namun justru dari tenaga kerja di daerah lain karena saat ini klaim bisa diakses dari seluruh Indonesia.

Dalam melakukan klaim terhadap JHT, Panji mengatakan hal itu merupakan hak seluruh peserta BPJamsostek.

” JHT bisa diklaim apabila peserta sudah berhenti bekerja dan tidak bekerja kembali. Klaim ini bisa dilakukan dengan masa tunggu satu bulan,” bebernya.

Dua juga menyebutkan meski kepesertaan JHT baru dua bulan, misalnya pekerja mulai bekerja Agustus sampai September, tapi berhenti pada Oktober dan tidak bekerja kembali, maka dia punya hak melakukan klaim pada November dengan masa tunggu selama satu bulan.

Untuk pelayanan, pihaknya juga menerapkan protokol kesehatan di kantor BPJamsostek.

Dalam memberikan kemudahan dalam pencairan JHT, dihadirkan LAPAK ASIK (Layanan Tanpa Kontak Fisik).

Dengan layanan ini, katanya tanpa sentuhan, semua dokumen diunggah. Bahkan untuk verifikasi menggunakan video call.

” Namun saat ini juga sudah ada LAPAK ASIK ON SITE dimana peserta bisa datang langsung ke kantor cabang jika ada yang tidak dipahami dalam proses klaim JHT,” katanya.

Panji juga mengatakan meski datang langsung, peserta tidak akan bertemu langsung dengan petugas yang melayani. Pelayanan tetap memanfaatkan  digital.

Jika dilihat datanya dari Juni, kata Panji klaim tersebut meningkat dengan adanya layanan Lapak Asik. Dari 8.857 tenaga kerja pada Mei 2020 menjadi 19.040 tenaga kerja pada Juni 2020.

Lebih lanjut dijelaksannya, ke depan BPJamsostek akan menambah satu program lagi sebagai amanat dari UU Cipta Kerja. Program kelima BPJamsostek ini adalah Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

“Kita masih menunggu Peraturan Pemerintah pada Januari 2021. BPJS Ketenagajerjaan adalah pelaksananya saja, regulasinya ditangani pemerintah,” ungkapnya.

Namun dia menilai program ini bagus karena makin lengkap jaminan sosial bagi pekerja. ( rm-04)