1.107 Diwisuda, Rektor Unimed Minta Lulusan Perkuat Skill dan IT

Medan I rakyatmedan -Rektor Unimed Dr Syamsul Gultom SKM MKes mengatakan, di era pandemi Covid-19 saat ini, para wisudawan dituntut untuk lebih memiliki rasa empati, kepedulian, sense of belonging dan kemahiran di bidang IT.

“Semua aktivitas pendidikan, pemerintahan dan hampir semua sektor kehidupan sudah berbasis IT, sebagai upaya mengurangi kontak fisik untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di negeri ini,” kata Syamsul di hadapan1.107 lulusan pada wisuda daring
program doktor, magister, sarjana dan diploma, Rabu (2/11/2020).

Menurutnya dengan berbagai aktivitas akademik yang dilalui di Unimed membentuk menjadi lulusan unggul yang memiliki kompetensi, skill dan keahlian sesuai bidang ilmu yang digeluti.

“Kami berharap secara personal tetap memperkuat skill yang dibutuhkan di era industri 4.0, agar saudara mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif,” ujarnya.

Rektor menambahkan, masyarakat menaruh harapan yang cukup besar kepada Unimed untuk mendidik dan menghasilkan guru, konselor, pamong belajar, dan tenaga kerja bermutu dan berkarakter yang memiliki kecerdasan intelektual, spiritual, emosional, maupun kinestetik yang menjadi sikap dan mentalitas para wisudawan.

Rektor berpesan agar para lulusan menjaga nama baik almamater dan tampilkan diri sebagai insan lulusan Unimed yang memiliki kapasitas hard skill dan soft skill yang baik.

“Tetap jalin komunikasi dan silahturrahmi dengan Unimed sebagai almamater dan sesama alumni di manapun berada,” ungkapnya.

Dia juga meminta agar lulusan
berikan konstribusi kepada Unimed berupa masukan, kritik-konstruktif, dan ide kreatif-solutif dalam upaya meningkatkan kualitas almamater yang harus selalu banggakan, bukan sebaliknya membangun opini yang dapat merendahkan citra Unimed di masyarakat.

“Bekerjalah dengan tulus ikhlas dan tetap menjaga wibawa serta martabat insan akademis khususnya sebagai keluarga besar Unimed,” harapnya.

Para lulusan yang diwisuda itu terdiri dari 103 lulusan Program Pascasarjana, 186 lulusan Fakultas Ilmu Pendidikan, 204 lulusan Fakultas Bahasa dan Seni,164 lulusan Fakultas Ilmu Sosial.

Selain itu 166 lulusan Fakutas Matematika dan Ilmu Pegetahuan Alam, 65 lulusan Fakultas Teknik, 72 lulusan Fakultas Ilmu Keolahragaan 147 lulusan Fakultas Ekonomi.

Para lulusan diberikan ijazah beserta gelar terdiri dari 15 Doktor Pendidikan (Dr), 11 Magister Humaniora (MHum), 66 Magister Pendidikan (MPd), 1 Magister Olahraga (MOr), 10 Magister Sains (MSi), 864 Sarjana Pendidikan (SPd), 41 Sarjana Sastra (SS), 46 Sarjana Sains (SSi), 5 Sarjana Olahraga (SOr), 44 Sarjana Ekonomi (SE) dan 4 Ahli Madya (AMd).

Sementara itu Ketua Senat Unimed Prof Dr Syawal Gultom MPd dalam orasi ilmiahnya menekankan tidak ada kesulitan apapun yang akan menghalangi kecuali daya juang sudah melemah.

Prof Syawal menambahkan konstruksi hirarkhis dari 4 C (Critical Thinking, Comunication, Collaboration dan Creativity) menunjukkan kreativitas terjadi dari interaksi yang solid antara berpikir tingkat tinggi, keandalan berkomunikasi dan kegigihan untuk bekerja sama.

Formula konstruktif ini menunjukkan proses pembentukan ke empat keterampilan ini memerlukan hirarkhi dan dilakukan sedini mungkin.

“Berpikir tingkat tinggi yang telah dibakukan sebagai warisan terpenting pendidikan akan sangat menentukan kualitas kehidupan beragama, bersosial, berdemokrasi, berbagsa dan bernegara,” katanya.

Untuk lebih memantapkan kreativitas berkembang, katanya maka perlu didukung C5 (Computational Thinking) dan C6 (Compassion).

Computational thinking terdiri dari abstraction (focus pada informasi penting, abaikan detail yang tidak relevan), algorithm (kembangkan solusi- langkah demi langkah-atau aturan untuk menyelesaikan masalah).

Pattern recognition (cari kesamaan diantara dan di dalam masalah), decomposing (urai masalah atau system yang kompleks kedalam bagian yang lebih kecil sehingga lebih mudah ditemukan akar masalahnya.

Potensi yang luar biasa ini tidak serta merta memberi kesejahteraan bagi segenap rakyat sebab sesuai data BPS bahwa jumlah rakyat miskin masih mencapai 24,79 juta.

Prof Syawal menyebutkan Indeks Inovasi Global Indonesia (2019) yang berada pada posisi dua terendah se-ASEAN (negara tetangga di ASEAN tertinggi adalah Singapura dan Malaysia) juga kontradiksi dengan potensi anak-anak Indonesia.

“Oleh sebab itu eksplorasi dan pemanfaatan 6 C’s menjadi pilihan untuk menempatkan lulusan PT sebagai agent of economic development,” ujarnya. (rm-04)