PEI Fasilitasi Pendanaan Transaksi Marjin bagi 11 Anggota Bursa

Medan I rakyatmedan- Kepala Divisi Legal, Corporate Secretary & Corporate Communication PEI, Armeyn Sinaga mengatakan, sejak  Pendanaan Efek Indonesia (PEI) beroperasional secara penuh pada Oktober 2019, telah menyediakan fasilitas pendanaan transaksi marjin kepada 11 Anggota Bursa (AB).

Ke 11 AB itu di antaranya adalah MNC Sekuritas, Valbury Sekuritas, Lotus Andalan Sekuritas dan Henan Putihrai Sekuritas sebagaimana tercantum dalam website PEI (www.pei.co.id).

Dalam acara Instagram Live (IG Live) oleh Kantor Perwakilan Sumatera Utara (@idx_sumut) bekerjasama dengan PEI (@pendanaanefekindonesia) pada 21 Desember 2020, Armeyn menyatakan total pendanaan yang telah disalurkan sepanjang 2020 mencapai Rp805 miliar, dengan posisi outstanding rata-rata Rp160 miliar.

Kegiatan yang juga menghadirkan narasumber Kepala Kantor BEI Sumatera Utara, M Pintor Nasution itu, disebutkan juga oleh Armeyn, pendirian PEI pada 27 Desember 2016 yang lalu sebagai upaya
mendukung peningkatan transaksi di pasar modal Indonesia, serta menyediakan fasilitas pendanaan bagi sektor pasar modal.

Keberadaan PEI itu sendiri didirikan oleh Self-Regulatory Organization (SRO) Pasar Modal yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Per 7 Agustus 2020 lalu, PEI juga kedatangan investor baru dari Jepang, yaitu Japan Securities Finance Co., Ltd (JSF), yang melakukan penambahan modal disetor kepada PEI.

Pendirian PEI juga didukung dengan terbitnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No.25/POJK.04/2018 tentang Lembaga Pendanaan Efek pada tanggal 5 Desember 2018.

Peraturan ini menjadi kerangka dasar PEI sebagai lembaga pertama dan satu-satunya di Indonesia yang bertugas untuk menyediakan fasilitas pendanaan dana dan Efek bagi seluruh pelaku industri pasar modal, yang juga telah mendapatkan izin Usaha dari OJK pada 5 April 2019.

Meski beroperasional dalam kondisi pandemi Covid-19, PEI justru menunjukkan perkembangan positif dan mampu memanfaatkan momen recovery sektor pasar modal Indonesia, terutama sejak 3 bulan terakhir.

Kembalinya IHSG ke level 6000 dan pemecahan rekor Transaksi harian BEI hingga mencapai Rp30-an triliun per hari pada November lalu, justru menjadi kesempatan bagi PEI untuk menawarkan pendanaan Transaksi Marjin dengan bunga 9% per tahun kepada Partisipannya.

Armeyn juga menyampaikan bahwa investor tidak perlu ragu untuk memanfaatkan pendanaan tersebut melalui Perusahaan Sekuritas masing-masing, karena PEI merupakan sebuah lembaga pendanaan Efek yang izin Usaha dan pengawasannya dilakukan langsung oleh OJK.

Dalam kesempatan yang sama, Armeyn juga menyampaikan bahwa di masa yang akan datang, PEI berencana untuk menyediakan produk pendanaan lain di samping Pendanaan Transaksi Marjin, seperti pendanaan pasar perdana (IPO Financing), Pinjam Meminjam Efek, Pendanaan REPO, dan pendanaan lainnya. ( rm-04)