Roda pesawat Lion Air PK-LQP sudah diangkat dari dasar laut perairan Karawang. (Foto: Dok. Istimewa)
Roda pesawat Lion Air PK-LQP sudah diangkat dari dasar laut perairan Karawang. (Foto: Dok. Istimewa)

Jakarta | rakyatmedan – Dihari ke-lima pencarian puing dan korban pesawat Lion Air PK-LQP di dasar laut perairan Karawang, kembali membuahkan hasil.

Hari ini Jumat (2/11), penyelam dari Tim Kopaska TNI Angkatan Laut berhasil mengevakuasi roda pesawat Lion Air dari kedalaman 30 hingga 35 meter.

“Ban pesawat masih dibawa dan mesin sudah dipegang dan sudah dibawa (ke KRI Banda Aceh),” ujar Komandan Satuan Patroli (Dansatrol) Lantamal III Kolonel Laut (P) Salim di KRI Sikuda di perairan Karawang, Jawa Barat, Jumat (2/11).

Pengangkatan roda pesawat dilakukan siang tadi. Namun belum ada informasi soal penemuan badan pesawat.

“Kita dapatkan cuma itu aja mesin dan roda,” kata Salim.

Kabasarnas Marsekal Madya M Syaugi sebelumnya memastikan sejumlah temuan berdasarkan visualisasi ROV dan penyelaman tim gabungan.

Ditemukan roda pesawat, puing badan pesawat, serta korban Lion Air di lokasi ditemukannya FDR black box.

“Sebarannya luas, kita lihat ada roda pesawat, landing gear dengan dua ban begitu. Kemudian ada bodi cukup besar,” ucap Kepala Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syaugi dalam jumpa pers di posko JICT, Jakut, Kamis (1/11).

Penemuan itu dibantu oleh alat yang bisa mendeteksi objek di dasar laut ROV (Remotely Operated Vehicles). Namun, roda pesawat dan serpihan itu belum bisa diangkat karena waktu sudah menjelang malam.

“Jadi tadi diturunkan ROV sampai pukul 17.30 WIB. Ini butuh proses,” tuturnya.