Ikhlas dan Semangat Bersama JNE Berbagi Kebahagiaan

TATA PAKET. Rizki saat menata paket di dalam tas besarnya agar puluhan paket dapat tersusun rapi untuk siap diantar ke customer. ( swisma)
TATA PAKET. Rizki saat menata paket di dalam tas besarnya agar puluhan paket dapat tersusun rapi untuk siap diantar ke customer. ( swisma)

Medan | rakyatmedan

BERBEKAL ikhlas dan semangat mengiringi langkah Rizki ke   PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir atau JNE untuk bergabung berbagi kebahagian.

Bagi Rizki bekerja sebagai kurir di perusahan nasional di bidang jasa pengiriman ekspres dan logistik yang berkomitmen untuk terus menghadirkan “Connecting Happiness” di tanah air  ini memberi makna tersendiri bagi dirinya.

Bagaimana tidak, sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, Rizki di usianya yang baru 22 tahun itu ingin membantu orang tuanya. Sehingga begitu menyelesaikan pendidikannya di tingkat SMA, dia mengajukan lamaran dan sampai kini telah 3 tahun bergabung di JNE.

Ditemui di kantor JNE Agen Menteng, Selasa (29/12/2020), Rizki warga Jalan Makmur, Tembung Kabupaten Deliserdang ini mengatakan, dengan niatnya yang ikhlas dalam bekerja sebagai kurir JNE, dia bukan saja berbagi kebahagiaan karena  membantu orangtuanya tapi juga banyak orang dengan semangatnya mengantarkan paket kiriman kepada customer, meskipun di gang-gang sempit dan alamat yang kurang lengkap.

Bagi pria yang masih melajang ini, ikhlas dan semangat merupakan motivasi utamanya selain disiplin dalam bekerja di JNE. Bukan suatu halangan atau kendala jika dia kesulitan mencari alamat customer maupun kecurian paket, apalagi terpaan hujan dan panas terik. Itu sudah menjadi “makanan”nya  yang mengiringi perjalanannya saat menuju ke alamat penerima paket.

Jadi tidak heran jika dalam sehari Rizki mampu melakukan pengiriman lebih di atas 100 paket yang dilakoninya sekira pukul 08.00 hingga 20.00 WIB di sekitar area kerjanya di kawasan Kecamatan Medan Denai.

Menurutnya lonjakan jumlah paket yang harus diantarkan kepada customer pun kian bertambah di masa pandemik Covid-19 ini yang bisa mencapai antara 150 hingga 200 paket.

Mungkin efek pandemik, jadi banyak orang enggan atau takut keluar rumah,” ucap Rizki yang mengaku mengharuskannya  selalu memakai masker dan membawa hand sanitizer untuk mencegah penularan virus Coviid-19.

Pria yang selalu menjaga kerapian penampilan dan bersapa ramah setiap bertemu penerima paket yang diantarnya ini pun tanpa sungkan mengisahkan pengalamannya.

Di antara banyak pengalamannya adalah saat mengantarkan paket ke alamat yang kurang lengkap dan tidak disertai nomor telepon. Namun dia tidak kurang akal. Dengan mendatangi kepala lingkungan ataupun RT tetap semangat dan gigih hingga berhasil mendapatkan alamat penerima paket.

Tantangan lain yang tidak kalah seru dialaminya adalah kecurian paket. Saat dia berjibaku berjalan kaki memasuki gang sempit yang lumayan jauh karena tidak bisa dilalui sepeda motor menuju alamat penerima paket, dia harus ikhlas saat mengetahui paketnya dicuri orang.

Dengan penuh kesadaran dan rasa tanggungjawabnya, Rizki menyampaikan permintaan maaf sekaligus kesiapannya mengganti rugi atas barang yang dicuri tersebut kepada customer.

Baginya kehilangan paket customer, itu juga merupakan ujian  atas pekerjaan yang ditekuninya dengan ikhlas dan harus disiasati agar tidak terulang lagi.

Keinginannya yang bergabung dengan JNE untuk berbagi kebahagiaan itu menjadi lebih terasa indah saat melihat customer merasa senang dan puas ketika dia menyerahkan paket yang mereka tunggu dan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Rizki juga menceritakan suka dan duka sebagai kurir JNE yang dijalaninya selain dengan ikhlas dan semangat juga dibarengai rasa enjoy, sehingga hal itu bukan menjadi suatu yang perlu disesali.

Kebahagiaan lain yang dirasakan Rizki adalah saat berbagi  kepada ibunya setelah menerima gaji setiap bulannya.

“Ada rasa haru di mata ibu ketika saya memberikan uang yang tak seberapa itu setelah disisihkan untuk kebutuhan bensin kenderaan saya,” kata Rizki yang juga tampak menahan haru membayangkan ibunya yang setiap dia berangkat kerja selalu dibekali makanan dan minuman.

Dia berharap setelah 3 tahun bergabung di JNE akan diangat menjadi karyawan tetap dan bertekad akan lebih semangat dan gigih lagi dari statusnya yang saat ini sebagai outsourching.

Di tahun 2020, JNE yang berusia 30 tahun itu, Rizki mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan karena diberi kesehatan dan masih bergabung di perusahan nasional yang cukup terkenal di bidang jasa pengiriman ekspres dan logistik.

“Dalam perayaan 3 dekade ini, saya berharap JNE makin maju dan berkembang serta tetap dengan komitmennya menghantarkan kebahagiaan atau Connecting Happiness  bukan hanya dalam memberikan pelayanan prima kepada pelanggan, tapi juga berbagai program bantuan dan donasi kepada masyarakat maupun pelaku UMKM,” harap Rizki. (swisma)

#Tulisan ini diikut lombakan pada JNE Writing Competition