Memasuki hari ke-enam proses evakuasi, tim gabungan melanjutkan operasi pencarian kotak hitam atau black box bagian cokcpit voice recorder (CVR) dan korban Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610. | Foto: istimewa
Memasuki hari ke-enam proses evakuasi, tim gabungan melanjutkan operasi pencarian kotak hitam atau black box bagian cokcpit voice recorder (CVR) dan korban Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610. | Foto: istimewa

Jakarta | rakyatmedan – Memasuki hari ke-enam proses evakuasi, tim gabungan melanjutkan operasi pencarian kotak hitam atau black box bagian cokcpit voice recorder (CVR) dan korban Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610.

Berdasarkan data yang terpasang di Posko Evakuasi, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada hari ini, Sabtu (3/11) setidaknya sebanyak 159 orang penyelam diterjunkan.

Mereka berasal dari Basarnas Spesial Group (BSG) 41 orang, Kansar Semarang 5 orang, POSSI Semarang 6 orang, Indonesia Diver 5 orang, Kopaska 38 personil, Denjaka 28 personel dan dari pasukan Taifib sebanyak 17 personel.

Selain itu, ada 4 kapal yang bertolak dari dermaga JICT menuju titik lokasi pencarian. Keempat kapal itu ialah KN SAR Sadewa, RB 206 Bandung, KN SAR 224 Basudewa, dan RIB 02.

“Kapal sudah pada berangkat,” kata petugas Basarnas, Apriyanto di lokasi.

Apriyanto menyebutkan hingga kini belum ada temuan baru. Sejak semalam tim telah membawa 73 kantong jenazah.

“Kalau jumlah kantong jenazah masih sama, 73 kantong. Belum ada penambahan lagi dari semalam,” ujarnya.

Diketahui, kemarin sudah ada 4 jenazah yang teridentifikasi dari pemeriksaan forensik penumpang Lion Air yang jatuh pada Senin (29/10). Sebelumnya jenazah Jannatun Cintya Dewi teridentifikasi pada Rabu (31/10).

Sementara itu terkait pencarian di perairan Karawang, Kabasarnas Marsekal Madya M Syaugi sebelumnya memastikan sejumlah temuan berdasarkan visualisasi ROV dan penyelaman tim gabungan.

Ditemukan roda pesawat, puing badan pesawat, serta korban Lion Air di lokasi ditemukannya FDR black box.