LL Dikti Sumut: Kampus Merdeka Untuk Menjawab Tantangan Era Disrupsi

MedanI rakyatmedan-Perubahan yang sangat cepat di era industri 4.0 atau juga disebut dengan disrupsi membuat sarjana tidak cukup hanya mengandalkan indeks prestasi tinggi, tapi dibutuhkan kemampuan adaptasi melalui kolaborasi komunikasi serta inovasi.

“Kompetensi komunikasi, kolaborasi dan kreatifitas untuk melahirkan inovasi menjadi syarat penting dalam menjawab kebutuhan dan tantangan di era revolusi industri 4.0,” kata Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti),  Prof. Ibnu Hajar, Senin (4/1/2021).

Dijelaskan, perguruan tinggi hari ini dituntut untuk mampu melakukan transformasi dan perubahan yang luar biasa karena perubahan yang begitu cepat.

Revolusi industri 4.0 atau disebut era disrupsi RI-4.0 tidak memberi jaminan seorang sarjana dengan IPK tinggi bisa sukses dan mampu memainkan peran terbaik.

Maka perguruan tinggi lanjutnya, tidak cukup hanya memberi bekal pengetahuan, tapi sekaligus kompetensi yang memungkinkan mahasiswa lebih adaptif menghadapi perubahan. Hal ini relevan dengan gagasan kampus merdeka yang disampaikan Mendikbud, Nadiem Makarim

Lebih lanjut, gagasan tentang kampus merdeka bukan berarti ijazah menjadi tidak penting. Ijazah yang diterima seperti sebuah tiket untuk memasuk gelanggang besar dimana pertarungan baru sedang berlangsung.

” Hanya lulusan yang memiliki visi ke depanlah yang sukses mendapat tiket kemenangan selanjutnya,” katanya.

Terkait dengan Program Kampus Merdeka yang menjadi kebijakan Kemendikbud Nadiem Makarim, Prof. Ibnu Hajar menjelaskan adalah adanya upaya terus menerus dalam melakukan transformasi dan akselerasi dalam tatakelola perguruan tinggi.

Kampus merdeka memiliki tujuan untuk menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang mampu menjawab kebutuhan jamannya.

Jelas Ibnu Hajar melalui Kampus Merdeka akan diciptakan ruang kepada dosen dan mahasiswa sebuah proses pendidikan  yang fleksibel dimana nantinya adanya kesempatan memberikan mahasiswa untuk belajar di luar progam studinya disamping memberi ruang untuk proses belajar dilapangan seperti magang untuk mendapatkan pengalaman baru.

Ibnu Hajar memberi contoh adanya kampus Fakultas Kedokteran yang melakukan intership antar kampus dan antar negara. Diharapkan UMSU sudah dan akan melakukan program itu, harap Kepala L2DIKTI itu. ( rm-04)