November 2020, Nilai Ekspor dan Impor Sumut Menurun 

Medan | rakyatmedan- Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut mencatat perkembangan ekspor dan impor Sumatera Utara mengalami penurunan pada November 2020.

Nilai ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah Sumatera Utara pada November 2020 mengalami penurunan dibandingkan Oktober 2020, yaitu dari US$770,90 juta menjadi US$721,18 juta atau turun sebesar 6,45 persen.

“Bila dibandingkan dengan November 2019, ekspor Sumatera Utara mengalami kenaikan sebesar 19,77 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Syech Suhaimi pada live streaming Senin (4/1/2021)

Selain itu golongan barang yang mengalami kenaikan nilai ekspor terbesar Sumatera Utara pada November 2020 terhadap Oktober 2020 adalah golongan kopi, teh dan rempah-rempah sebesar US$3,65 juta (16,72%).

Ekspor ke Tiongkok pada November 2020 merupakan yang terbesar yaitu US$110,72 juta diikuti Amerika Serikat sebesar US$89,38 juta dan Malaysia sebesar US$57,05 juta dengan kontribusi ketiganya mencapai 35,66 persen.

Menurut kelompok negara utama tujuan ekspor pada November 2020, ekspor ke kawasan Asia (di luar ASEAN) merupakan yang terbesar dengan nilai US$230,17 (31,92%)

Nilai ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah Sumatera Utara pada November 2020 mengalami penurunan dibandingkan Oktober 2020, yaitu US$770,90 juta menjadi US$721,18 juta atau turun sebesar 6,45 persen.

“ Bila dibandingkan dengan November 2019, ekspor Sumatera Utara mengalami kenaikan sebesar 19,77 persen,” ungkapnya.

Ekspor Menurut Sektor
BPS Sumut juga mencatat peran dan perkembangan ekspor Sumatera Utara menurut sektor pada November 2020 serta periode Januari-November 2020.

Sektor Pertanian pada November mengalami kenaikan US$4,68 juta (13,30%) dibandingkanOktober 2020, sedangkan sektor Industri turun sebesar US$54,40 juta (-7,39%), sementara sektor-sektor lainnya relatif stabil.

Kontribusi nilai ekspor sektor industri terhadap total nilai ekspor Januari–November 2020, sebesar 92,81 persen, sektor pertanian sebesar 7,19 persen, dan sektor pertambangan dan penggalian, sektor minyak dan gas, serta sektor lainnya sebesar 0,00 persen.

Ekspor pada periode Januari–November 2020 bila dibandingkan Januari–November 2019, golongan barang yang mengalami kenaikan terbesar adalah lemak dan minyak hewan/nabati mengalami kenaikan sebesar US$241,16 juta (9,30%) dan ikan dan udang naik sebesar US$62,02 juta (24,85%).

Golongan barang yang mengalami penurunan adalah golongan kopi, teh dan rempah-rempah sebesar US$79,34 juta (-18,73%) dan tembakau turun sebesar US$45,83 juta (-16,46 %).

Selama periode Januari–November 2020, ekspor dari 10 golongan barang mampu memberikan kontribusi sebesar 88,55 persen terhadap total ekspor Sumatera Utara.

Sementara itu ekspor di luar 10 golongan barang memberikan kontribusi sebesar 11,45 persen.
Dari sisi pertumbuhan, ekspor 10 golongan barang pada periode Januari–November 2020 naik 4,22 persen terhadap Januari–November 2019.

Ekspor Menurut Negara Tujuan Utama

Sepanjang November 2020 negara Tiongkok, Amerika Serikat dan Malaysia merupakan pangsa ekspor terbesar Sumatera Utara, masing-masing sebesar US$110,72 juta, US$89,38 juta dan US$57,05 juta dengan kontribusi ketiganya mencapai 35,66 persen.

Sekitar 31,92 persen barang ekspor dari Sumatera Utara dipasarkan ke kawasan Asia di luar ASEAN. Untuk kawasan Asia di luar ASEAN, Jepang dan India juga merupakan pangsa ekspor masingmasing sebesar US$37,72 juta dan US$34,61 juta.

Pada periode Januari–November 2020 dibandingkan periode yang sama tahun 2019, negara tujuan utama yang mengalami kenaikan nilai ekspor terbesar adalah Malaysia sebesar US$141,05 juta (86,36%) diikuti Myanmar sebesar US$87,16 juta (76,31%) dan Rusia sebesar US$50,73 juta (37,96%).

Sedangkan negara yang mengalami penurunan nilai ekspor terbesar adalah Jepang sebesar US$60,25 juta (-14,03%), Kamboja turun sebesar US$40,22 juta (- 16,13%) dan Mesir sebesar US$21,82 juta (-11,29%).

“Secara keseluruhan, pada periode Januari–November 2020, ekspor ke sepuluh negara tujuan utama mengalami kenaikan sebesar 5,01 persen dibanding periode Januari–November 2019,” beber Suhaimi.

Impor Turun 14,40 Persen

Sementara itu nilai impor melalui Sumatera Utara pada November 2020 atas dasar CIF (cost, insurance & freight) sebesar US$310,03 juta, atau turun sebesar 14,40 persen dibandingkan Oktober 2020 yang mencapai US$362,17 juta.

Bila dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, nilai impor mengalami penurunan sebesar 23,43 persen

Nilai impor menurut golongan penggunaan barang November 2020 dibanding Oktober 2020, barang modal turun sebesar 58,07 persen, bahan baku/penolong turun sebesar 5,46 persen dan barang konsumsi naik sebesar 7,24 persen. 

Pada November 2020, golongan barang yang mengalami kenaikan nilai impor terbesar adalah ampas/sisa industri makanan sebesar US$12,28 juta (61,70%).

Golongan barang yang mengalami penurunan nilai impor terbesar adalah bahan kimia anorganik sebesar US$18,70 juta (-70,76%).

Nilai impor pada November 2020 dari Tiongkok merupakan yang terbesar yaitu US$110,38 juta dengan perannya mencapai 35,60 persen dari total impor Sumatera Utara, diikuti Amerika Serikat sebesar US$34,98 juta (11,28%) dan Malaysia sebesar US$27,84 juta (8,98%).

Nilai impor melalui Sumatera Utara bulan November 2020 atas dasar CIF (cost, insurance & freight) sebesar US$310,03 juta, atau turun sebesar 14,40 persen dibandingkan bulan Oktober 2020 yang mencapai US$362,17 juta.

Bila dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, nilai impor mengalami penurunan sebesar 23,43 persen(rm-04)