Gubsu Minta Ikuti Prosedur Penyelesaian Dugaan Plagiat di USU

Medan | rakyatmedan- Kasus self plagiarism yang dituduhkan kepada rektor terpilih Universitas Sumatera Utara (USU Dr Muryanto Amin yang sampa saat ini masih bergulir dan menunggu keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI terus mendapat perhatian serius dari Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi.

Menurut Edy, USU sebagai perguruan tinggi di Sumut merupakan tempat untuk mencerdaskan bangsa yang objeknya mahasiswa mendapatkan ilmu. Untuk itu Gubsu berharap segera selesaikan polemik kasus dugaan plagiat di USU.

“Kembalikan USU kepada tugas pokoknya untuk mencerdaskan anak-anak bangsa, sehingga Sumatera Utara ini ke depan bermartabat,” kata Gubsu di sela peresmian revitalisasi gedung SMA Negeri 1 Medan Jalan Cik Ditiro Medan, Rabu, (20/1/2021).

Sebagai salah seorang Majelis wali Amanat (MWA USU), kata Edy juga berperan memfasilitasi manajemen yang antara lain proses belajar mengajar.

“Saya mengimbau agar kasus dugaan plagiat ini segera diakhiri dan jangan dijadikan polemik. Kepada semuanya ikutin prosedur dari pihak yang berwenang. Jangan membuat bingung anak-anak kita yang sedang menimba ilmu,” tegas Gubsu.

Sekretaris MWA, Prof Guslihan Dasatjipta juga menyebutkan kasus ini masih menunggu keputusan Kemendikbud mengingat adanya upaya banding administrasi di Kemendikbud.

Menurut Prof Guslihan, jika keputusan Kemendikbud menyatakan tidak ada self plagiarism, maka MWA akan melantik rektor baru USU Dr Muryanto Amin pada 28 Januari 2021. Sebaliknya jika ada plagiat, diyakininya tentu pelantikan tidak akan dilakukakan.

Bahkan Guslihan juga menjelaskan pelantikan rektor terpilih USU pada 28 Januari 2021 bisa tertunda jika keputusan hasil invesitigasi Kemendikbud terkait kasus itu belum diputuskan, maka potensi pelantikan bisa saja ditunda menunggu ada keputusan selanjutnya.

“Jika nanti Kemendikbud memutuskan tidak ada plagiarism maka rektor baru USU akan dilantik. Kalau tidak, bagaimana kita melantik sementara persyaratan tidak bisa dipenuhi,” ucap Guslihan.

Namun jika hingga 28 Januari 2021 belum ada keputusan dari Kemendikbud, Guslihan mengatakan bisa dilakukan penunjukan pelaksana tugas (Plt) Rektor USU.

”Jika proses lama, bisa jadi Plt Rektor apabila lewat 28 Januari, terjadi kekosongan rektor dan itu tidak mesti dari Jakarta. Dari USU pun bisa. Wakil Rektor bisa naik jadi Plt rektor,” kata Guslihan. (rm-04)