Ekonomi Sumatera Utara Turun 1,07 Persen di 2020

Medan | rakyatmedan-Perekonomian Sumatera Utara 2020 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 811.282,84 miliar dan PDRB per kapita mencapai Rp 55,18 juta.

Dengan demikian ekonomi Sumut 2020 mengalami kontraksi 1,07 persen dibanding capaian 2019 sebesar 5,22 persen. Dari sisi produksi, kontraksi tertinggi dialami Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar 12,77 persen diikuti Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 9,26 persen; dan Jasa Perusahaan sebesar 4,71 persen

“Sedangkan dari sisi pengeluaran, kontraksi tertinggi dialami komponen ekspor barang dan jasa sebesar 10,36 persen,” ungkap Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi dalam paparan yang disiarkan live melalui channel Youtube, Jumat (5/2/2021).

Syech Suhaimi juga memaparkan ekonomi Sumut triwulan IV-2020 dibanding triwulan IV-2019 mengalami kontraksi sebesar 2,94 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, kontraksi tertinggi dialami oleh Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar 16,93 persen diikuti oleh Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 14,83 persen; dan Jasa Perusahaan sebesar 7,84 persen. Dari sisi pengeluaran, kontraksi tertinggi dialami Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 15,12 persen.

Sementara pada triwulan IV-2020 dibanding triwulan III-2020 mengalami perlambatan sebesar 0,05 persen (q-to-q). Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Jasa Keuangan yaitu sebesar 4,07 persen; diikuti oleh Konstruksi sebesar 2,37 persen dan Informasi dan Komunikasi sebesar 2,24 persen.

Dari sisi produksi, hal ini disebabkan oleh penurunan pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang mengalami penurunan sebesar 2,10 persen. Dari sisi pengeluaran, disebabkan Komponen Ekspor Barang dan Jasa yang mengalami perlambatan sebesar 2,59 persen.

Berdasarkan sumber pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara tahun 2020, sumber pertumbuhan tertinggi berasal dari Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 0,48 persen; diikuti Informasi dan Komunikasi sebesar 0,18 persen; Real Estate sebesar 0,07 persen; dan Jasa Keuangan sebesar 0,04 persen.

Sementara sumber pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara dari lapangan usaha lainnya mengalami kontraksi sebesar 1,84 persen.

“Sedangkan struktur PDRB Sumatera Utara menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada 2020 tidak menunjukkan perubahan berarti,” kata Suhaimi.

Menurutnya perekonomian Sumatera Utara masih didominasi oleh Lapangan Usaha utama, yaitu: Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (21,33 persen); Industri Pengolahan (19,29 persen); Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor (18,88 persen); dan Konstruksi (13,59 persen).

Ekonomi Sumatera Utara triwulan IV-2020 dibanding triwulan IV-2019 (y-on-y) mengalami kontraksi sebesar 2,94 persen. Kontraksi tertinggi dialami oleh Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar 16,93 persen; diikuti oleh Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 14,83 persen; dan Jasa Perusahaan sebesar 7,84 persen.

Sementara itu dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara tahun 2020 sebesar -1,07 persen. Kontraksi terjadi hampir pada semua komponen, yaitu komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (PK-RT), pengeluaran konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (PKLNPRT).

Selain itu pengeluaran konsumsi pemerintah (pk-p), dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB), komponen ekspor barang dan jasa. untuk impor barang dan jasa juga mengalami kontraksi, namun komponen impor barang dan jasa merupakan faktor pengurang.

Komponen Ekspor Barang dan Jasa merupakan komponen yang mengalami kontraksi tertinggi sebesar 10,36 persen; diikuti Komponen LNPRT sebesar 4,02 persen; dan Komponen PK-RT sebesar 2,98 persen.

Berdasarkan sumber pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Utara tahun 2020, sumber kontraksi tertinggi dari Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar -4,18 persen; yang diikuti oleh Komponen PK-RT sebesar -1,52 persen, dan PMTB -0,36 persen. Sementara sumber pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara dari komponen lainnya sebesar 4,99 persen.

Perekonomian Sumatera Utara masih didominasi Komponen PK-RT yang mencakup lebih dari separuh PDRB Sumatera Utara, yaitu sebesar 52,32 persen diikuti ekspor barang dan jasa sebesar 33,09 persen;

Kemudian komponen PMTB sebesar 30,63 persen; Komponen PK-P sebesar 6,93 persen; Komponen Perubahan Inventori sebesar 1,90 persen; dan Komponen PK-LNPRT sebesar 0,92 persen. Sementara Komponen Impor Barang dan Jasa sebagai faktor pengurang dalam PDRB memiliki peran sebesar 25,81 persen.

Struktur ekonomi di Pulau Sumatera secara spasial 2020 didominasi Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Riau. Provinsi Sumatera Utara memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto di Pulau Sumatera, yakni sebesar 24,06 persen, diikuti oleh Provinsi Riau sebesar 21,62 persen dan Provinsi Sumatera Selatan sebesar 13,60 persen. (rm-04)