Akibat Pandemi Covid-19 Penduduk Miskin di Sumut Bertambah

Medan I rakyatmedan– Pandemi virus corona (Covid-19) yang belum juga berakhir memberikan dampak di berbagai lini kehidupan, mulai dari sektor kesehatan, ekonomi, bahkan sosial. Bahkan juga mempengaruhi sektor ketenagakerjaan yang berimbas pada karyawan yang dirumahkan hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara, angka kemiskinan di daerah ini mengalami peningkatan sebesar 0,39 poin yaitu dari 8,75 persen pada Maret 2020 menjadi 9,14 persen pada September 2020.

“Akibat pandemik Covid-19 menjadi salah satu faktor bertambahnya jumlah penduduk miskin di Sumut, Angka kemiskinan ini setara dengan 1,36 juta jiwa pada September 2020 atau bertambah sekitar 73 ribu jiwa dalam satu semester terakhir,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara Syech Suhaimi Senin (1/3/2021).

Disebutkannya, persentase penduduk miskin pada September 2020 di daerah perkotaan sebesar 9,25 persen sedangkan di perdesaan sebesar 9,02 persen. Daerah perkotaan mengalami peningkatan sebesar 0,5 poin, sedangkan daerah perdesaan mengalami peningkatan sebesar 0,25 poin jika dibandingkan Maret 2020.

Menurut Syech, garis kemiskinan pada September 2020 tercatat Rp 505.236,-/kapita/bulan dengan komposisi garis kemiskinan makanan sebesar Rp 378.617,- (74,94 persen) dan garis kemiskinan bukan makanan sebesar Rp126.619,- atau sekitar (25,06 persen).

Sementara pada periode Maret 2020 – September 2020, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan peningkatan dari 1,513 pada Maret 2020 menjadi 1,599 pada September 2020, dan P2 naik dari 0,388 menjadi 0,453.

“Kondisi ini mengindikasikan rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung menurun dan semakin menjauh ke dalam dari garis kemiskinan, dan tingkat ketimpangan pengeluaran antar penduduk miskin,” ujarnya.

Secara umum, pada periode 2008 – September 2020 tingkat kemiskinan di Sumatera Utara mengalami penurunan baik dari sisi jumlah maupun persentase, kecuali pada September 2013, September 2014 hingga September 2015.

“Hal itu dipicu dengan adanya kenaikan harga barang kebutuhan pokok sebagai akibat dari kenaikan harga bahan bakar minyak,” bebernya.

Sementara itu dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilaksanakan pada September 2020 menunjukkan jumlah penduduk miskin di Sumatera Utara sebanyak 1.356,72 ribu jiwa atau sebesar 9,14 persen terhadap total penduduk. Jumlah penduduk miskin tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan September 2019.

Berdasarkan data BPS tercatat jumlah penduduk miskin sebanyak 1.260,50 ribu jiwa atau sebesar 8,63 persen pada September 2019, terjadi peningkatan jumlah penduduk miskin sebesar 96,22 ribu jiwa hingga September 2020 dan peningkatan persentase penduduk miskin sebesar 0,51 poin.

“Jadi jika dibandingkan dengan keadaan semester lalu pada Maret 2020, dimana jumlah penduduk miskin sebanyak 1.283,29 ribu jiwa dengan persentase 8,75 persen, terjadi peningkatan jumlah penduduk miskin pada Maret 2020 sebanyak 73,43 ribu jiwa dan peningkatan persentase penduduk miskin sebesar 0,39 poin,” kata Syech Suhaimi. (rm-04)

====