2020, Pariwisata Malaysia Rugi 73 Miliar Ringgit Akibat Covid-19

Medan I rakyatmedan-Sepanjang Januari-Desember  2020, sektor pariwisata Malaysia alami kerugian mencapai 73 miliar ringgit akibat penutupan perbatasan negara karena pandemi Covid-19.

“Sektor pelancongan Malaysia mencatat kedatangan  asing sebanyak 4.332.722 wisatawan. Penurunan hingga 83.4% ini berbanding dengan periode yang sama, dengan 26.1 juta pelancong,” kata Konsul Pelancongan/Direktur Tourism Malaysia Medan Hishamuddin Mustafa, Sabtu (6/3/2021).

Disebutkannya, pendapatan dari sektor ini dalam tempo tersebut mencapai 12.6 miliar ringgit, penurunan 80.9% berbanding 2019 yang mencapai 86.1 miliar ringgit.

Demikian juga pendapatan per kapita sektor ini juga mencatatkan penurunan 11.3% dari 3,3 miliar ringgit pada  2019 kepada 2,9 miliar ringgit pada 2020.

“Kita semua berharap, agar pandemi ini bisa segera teratasi, industri pelancongan beransur pulih, dan aktiviti melancong ke luar negara bisa dilakukan lagi dengan aman dan nyaman,” ungkapnya.

Menurut Hishamuddin pada Musyawarah Daerah ( Musda) ke-6 ASITA DPD Sumatera Barat, menyongsong Reciprocal Green Lane/Travel Corridor Arrangement (RGL/TCA) Indonesia & Malaysia, pihaknya akan menggalakkan lagi wisata medis dan MICE Malaysia selama masa transisi ini.

Karena itu, Tourism Malaysia Medan bekerja sama dengan syarikat One Aero, yang merupakan Layanan Private Jet berobat ke Malaysia, menawarkan konsep sharing diantara calon penumpang lainnya, serta dapat membantu pengurusan approval MHTC (Malaysia Healthcare Travel Council) dan Immigration Clearance untuk masuk ke Malaysia.

Pada musda itu Hishamuddin juga berkesempatan memberikan presentasi mengenai kondisi terkini pariwisata di Malaysia di hadapan lebih dari 150 anggota ASITA Sumatera Barat dan Ketua Umum ASITA Indonesia, Dr Nunung Rusmiati.

Dalam presentasinya tersebut, ia menyampaikan mengenai Standar Operational (SOP) terbaru calon pasien dari Indonesia berobat ke Malaysia.

Disebutkannya, untuk mendapatkan informasi terbaru seputar wisata medis selama pandemi, bisa menghubungi perwakilan MHTC di Jakarta, Indonesia melalui nomor whatsapp 081289710029 dan 081908989386, dan untuk info lebih lanjut mengenai profil MHTC dapat melihatnya di www.mhtc.org.my.

Hishamuddin juga menyampaikan selamat kepada Ketua ASITA Sumatera Barat terpilih, Darmawi, dari Diva Ikhlas Tour, serta Emmy Said, Ghina Holidays selaku panitia  Musda ke-6 ASITA DPD Sumatera Barat.

Pada musda tersebut, Hishamuddin juga bertemu dengan Miko Kamal, seorang pengacara, pengamat hukum, penulis, dan pakar tata kelola dari Universitas Bung Hatta, Kota Padang.

Menurutnya, pertemuan ini bukan kali pertamanya, ia sudah pernah bertemu dengan Miko Kamal sekitar 1 tahun lalu di acara ASTINDO Travel Fair pada bulan Februari tahun 2020.

Pertemuan Hishamuddin dan Miko Kamal tersebut diabadikan dalam sebuah buku yang ditulis oleh Miko Kamal sendiri, berjudul “Berkota, Berbangsa, dan Bernegara”.

Pada halaman 55, Miko menceritakan pertemuannya dengan Hishamuddin yang diberinya judul Think and Act Tourism, dimana Direktur Tourism Malaysia Medan tersebut berbagi pengetahuan dan pengalamannya memajukan pariwisata Malaysia.

Tentunya, pengetahuan dan pengalaman ia bagikan dalam obrolan hangat dan santai pada waktu itu sehabis berolah raga pagi, menyusuri Batang Arau, kota Padang, sangatlah bermanfaat bagi kemajuan pariwisata Sumatera Barat, khususnya Kota padang.

Tiga hari di Padang, Hishamuddin juga menyempatkan untuk bersilaturahmi dengan Komuniti Busines Forum Padang di Lanud Tabing, Padang, dan sempat bertemu dengan Wakil Gubernur Kota Padang, Audy Joinaldy.

Hishamuddin juga menyampaikan rasa terima kasih yang sebesarnya kepada Ketua ASITA Sumbar terdahulu, Ian Hanafiah atas hubungan dan kerja sama yang sudah terjalin sangat baik hingga saat ini antara Tourism Malaysia dengan ASITA Sumatera Barat.

Ia berharap dengan terpilihnya Ketua ASITA yang baru, Darmawi, dari Diva Ikhlas Tour, dapat memberikan semangat dan inspirasi baru di tengah-tengah tekanan terhadap industri pariwisata setelah wabah Covid-19 melanda dunia.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama Kerajaan Malaysia melanjutkan Perintah Kawalan Pergerakan Pemulihan (PKPP) di seluruh negara bagian Malaysia, hingga akhir Maret 2021.

Pengecualian PKPP adalah di Selangor, Kuala Lumpur, dan Sabah, serta lokasi tertentu yang menerapkan PKP Bersyarat (PKPB), atau PKP Diperketatkan (PKPD).

Selain itu, Malaysia juga memberlakukan status darurat sebagai langkah proaktif mengekang dan menstabilkan kasus harian positif Covid-19, hingga 1 Agustus 2021 atau hingga tanggal yang lebih awal jika kasus positif Covid-19 dapat dikontrol dan diturunkan secara efektif. ( rm-04)