STIE MTU Terapkan  Kampus Merdeka lewat Belajar dengan Bekerja

Medan I rakyatmedan— Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Mahkota Tricom Unggul (STIE MTU) membekali mahasiswanya dengan kecakapan bahasa dan perkuliahan kewirausahaan berbasis praktek lapangan.

“Program itu menjadi salah satu upaya sekolah tinggi ini untuk menghasilkan lulusan berjiwa wirausaha dan mampu berkomunikasi dengan baik,” kata Ketua STIE MTU Prof Ir Zulkarnain Lubis MS  PhD saat menyampaikan pidato pada wisuda 42 lulusan STIE MTU di Grand Ballroom Karibia Boutique Hotel Jalan Timor Medan, Senin (29/3/2021).

Menurut Prof Zulkarnain, sistem perkuliahan itu dilakukan sebagai perwujudan kekhasan yang  dicanangkan, yaitu internationalizationand technopreneurship.

Akrab disapa Prof Zul ini juga menyebutkan bentuk kekhasan lainnya di STIE MTU adalah mata kuliah estetika dan agama yang diprogramkan secara intensif, sehingga diharapkan dapat lebih menjadikan mahasiswa yang berkarakter dan berkepribadian luhur.

Prof Zul mengungkapkan, pembenahan kurikulum di STIE MTU telah jauh dilakukan sebelum Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mencetuskan  Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Meskipun tanpa menggunakan nama Kampus Merdeka, kata Prof Zul STIE MTU telah melakukannya,  yakni dengan merombak kurikulum melalui peningkatan bobot lokal yang mengarahkan mahasiswa dan lulusannya kelak memiliki pengalaman belajar di luar kampus, yaitu belajar dengan bekerja dan bekerja untuk belajar.

Menurutnya, belajar dengan bekerja dan bekerja untuk belajar tersebut intinya adalah mengirimkan mahasiswa untuk magang di berbagai perusahaan selama 4 bulan untuk S-1 dan 3 bulan untuk D3 yang telah dimulai pada semester lalu.

“Baru saja minggu lalu mahasiswa diterima kembali di kampus setelah menyelesaikan masa magangnya,” ujarnya.

Prof Zul yang pernah mengajar di UniMAP Perlis Malaysia ini menyebutkan dampak lain yang diharapkan melalui magang tersebut adalah nantinya akan diterima di perusahaan mereka magang.

“Alhamdulillah harapan ini terwujud dengan diterima dan ditawarkannya para peserta di perusahaan tempatnya magang,” ucapnya.

Ia meyakini pada masa magang tersebut, mahasiswa bisa sekaligus mengumpulkan data untuk bahan skripsi, sehingga proses penulisan skripsi bisa lebih cepat dan kelulusannya juga bisa lebih cepat dari rata-rata perguruan tinggi lain.

Program lain yang mengarahkan kepada perluasan wawasan dan pengalaman mahasiswa di luar kampus adalah academic visit yaitu kegiatan akademik mahasiswa di luar negeri untuk jangka waktu 2 minggu.

“Mahasiswa ditempatkan di perguruan tinggi setempat untuk ‘mencicipi’ perkuliahan di luar negeri serta mewajibkan mereka berinteraksi dengan mahasiswa dan masyarakat setempat agar mereka memahami adat, kebiasaan, dan budaya setempat,” sebutnya lagi.

Namun program ini diakuinya terpaksa ditunda mengingat merebaknya Covid 19,.

Alumni IPB dan UKM Malaysia ini juga menyebutkan, program lainnya  adalah “industrial visit” yang memprogramkan 3 mata kuliah agar mahasiswanya belajar ke industri, memeroleh pengetahuan praktis tentang dunia usaha dan dunia industri.

Pada kesempatan wisuda itu
Prof Zul menuturkan STIE
MTU sedang dalam masa perubahan.

Ini ditandai dengan pergantian nama pada tahun lalu, dari STIE Tricom menjadi STIE Mahkota Tricom Unggul atau MTU.

“Dengan bermetamorfosa menjadi Mahkota Tricom Unggul diharapkan akan menuju perguruan tinggi yang patut menjadi kebanggaan bersama,” ujarnya.

Selain perubahan nama, ungkapnya, awal perubahan yang dilalukan sesungguhnya ditandai dengan kepindahan kampus.

Perpindahan itu sejak awal tahun ajaran 2019/2020 yaitu dari kampus sederhana dengan fasilitas yang kurang memadai di Medan Marelan ke kampus yang representatif dengan fasilitas lengkap di lokasi yang sekarang, yaitu Kampus Pematang Pasir, Medan Labuhan.

Hadir dalam wisuda yang dilakukan dalam protokol kesehatan yang ketat itu,  perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumut, Ketua Yayasan Pendidikan Mahkota Tricom Unggul (YP-MTU) Usli Sarsi, Wakil Ketua STIE MTU Manda Dwipayani Bhastary SS MSi.

Selain itu hadur juga Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Ahmad Rivai SE MM, Kabid Kepegawaian dan Keuangan Ahmad Fadli SE MSi, Ketua Program Studi (Prodi) Manajemen Nasib SPd MM, Ketua Prodi Akuntansi Dewi Rafiah Pakpahan SE MAk, Kabid Promosi dan Humas Debora Tambunan SPd MSi, para dosen dan keluarga wisudawan.

Dalam wisuda itu, juga diumumkan wisudawan terbaik, yaitu Sai Vinodhini dari Prodi Manajemen. (rm-04)